Slovenia Tunda Keputusannya untuk Akui Palestina
Bendera Palestina. (Foto: Unsplash/Ahmed Abu Hameeda)
MerahPutih.com - Partai oposisi utama Slovenia mengajukan mosi, yang meminta referendum terkait keputusan untuk mengakui negara Palestina yang merdeka. Hal itu juga bisa menunda pemungutan suara di parlemen terkait.
Pada pekan lalu, pemerintaj mendukung mosi untuk mengakui Palestina. Kemudian, parlemen dijadwalkan akan menyetujuinya pada Selasa. Namun, partai oposisi, Partai Demokratik Slovenia (SDS), mengajukan mosi tersebut sebelum keputusan diambil.
Pemimpin SDS, Janez Jansa mengklaim, bahwa upaya pengakuan itu dianggap bisa merugikan negara dalam jangka panjang dan mengumumkan bahwa mereka meminta referendum.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri, Tanja Fajon menilai, langkah tersebut palsu. Ia juga mengatakan, mereka yang ingin mempertahankan perdamaian juga harus mendukung solusi dua negara.
Baca juga:
Kehlani Tegas Membela Palestina Lewat Video Musik 'Next 2 U'
Koalisi yang berkuasa, yang memiliki suara mayoritas di parlemen, diperkirakan akan menolak usulan referendum tersebut.
Pemerintah Slovenia mengevaluasi pengakuan terhadap Negara Palestina dalam sebuah sidang yang digelar pekan lalu.
Lalu, Perdana Menteri, Robert Golob menyebutkan, mereka memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat dalam batas-batas yang ditetapkan pada 1967. Hal itu juga sesuai dengan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.
Golob juga mengatakan, bahwa mereka akan meneruskan keputusan tersebut ke parlemen dan meminta dukungan dari anggota parlemen. Spanyol, Norwegia dan Irlandia memutuskan untuk secara resmi mengakui Palestina pada 28 Mei. (*)
Baca juga:
Bagikan
Soffi Amira
Berita Terkait
Indonesia Gabung Badan Internasional Trump, Prabowo Dinilai Sedang Cari Celah untuk Bela Palestina
Gerbang Rafah Pintu Masuk Gaza dari Mesir Kembali Dibuka 2 Arah
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Resmi Tetapkan Pulau Galang Riau untuk Dijadikan ‘Rumah Sementara’ Rakyat Gaza Palestina yang Jadi Korban Perang
'Jacir's Palestine 36' Resmi Jadi Utusan Palestina, Berkompetisi di Film Fitur Internasional di Oscar 2026