MerahPutih.com - Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) memastikan tengah mempersiapkan keberangkatan tim ke Turkiye untuk menjemput sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel dalam misi Global Sumud Flotilla.
Sembilan WNI itu merupakan bagian dari relawan Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sempat ditahan di Penjara Ktziot Israel. Kini mereka telah dipindahkan menuju Bandara Ramon/Eilat untuk diterbangkan ke Istanbul, Turkiye.
Baca juga:
Israel Bebaskan Relawan Flotilla Termasuk 9 WNI dari Penjara Ktziot
“Mohon doa terbaik agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan sehat,” kata Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, saat dikonfirmasi media, Kamis (21/5).
Koordinasi Pemulangan ke Tanah Air dengan Kemenlu
Harfin menambahkan, GPCI terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI terkait proses pemulangan para WNI ke tanah air. Bahkan, jajaran pimpinan GPCI telah melakukan pertemuan dengan pihak Kemenlu untuk membahas langkah-langkah teknis kepulangan.
Tim hukum terus melakukan pemantauan ketat untuk memastikan seluruh aktivis, termasuk WNI, dapat keluar dari Israel dengan aman tanpa penundaan tambahan,
Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy
Armada Bantuan Internasional
Puluhan kapal kecil berangkat dari selatan Turkiye menuju Gaza dengan membawa bantuan kemanusiaan pada awal pekan lalu. Armada bantuan internasional itu merupakan bagian dari misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Baca juga:
Kemenlu Upayakan Semua Jalur Diplomasi untuk Bebaskan 9 WNI di Israel
Terdapat 9 WNI yang ikut dalam pelayaran itu, termasuk sejumlah jurnalis. Namun dilansir dari Antara, di tengah pelayaran, militer Israel mencegat kapal-kapal tersebut di perairan Mediterania dan menahan para aktivis. (*)