MerahPutih.com - Israel kembali memperketat blokade terhadap Jalur Gaza dengan menutup seluruh pintu masuk bantuan internasional berlaku hari ini Senin (8/6) waktu setempat.
Kebijakan penutupan Jalur Gaza diumumkan Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT), unit Kementerian Pertahanan Israel. COGAT beralasan blokade itu diberlakukan menyusul adanya serangan rudal balistik Iran ke wilayahnya.
Baca juga:
Gencatan Senjata di Lebanon Makin Suram, UNIFIL PBB Catat Israel Luncurkan 69 Serangan Udara
Dikutip dari laporan The Times of Israel, penutupan mencakup semua penyeberangan utama, termasuk Kerem Shalom dan Rafah, hingga pemberitahuan lebih lanjut.
COGAT mengklaim kebijakan ini tidak akan memengaruhi situasi kemanusiaan di Gaza, dengan alasan jumlah makanan yang masuk sejak gencatan senjata telah “jauh melampaui” kebutuhan gizi penduduk berdasarkan standar PBB.
Kondisi Kemanusiaan Terburuk di Gaza
Namun, organisasi internasional dan kelompok Palestina menegaskan kondisi di Gaza justru semakin memburuk. Mereka memperingatkan ancaman kelaparan massal akibat terhambatnya distribusi makanan, obat-obatan, dan bahan rekonstruksi.
Baca juga:
BRICS Desak Israel Angkat Kaki dari Gaza dan Tuntut Gencatan Senjata Segera
Data dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan hampir 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 173.000 orang, mayoritas perempuan dan anak-anak.
Israel menutup pintu bantuan, padahal rakyat Gaza membutuhkan makanan dan obat-obatan segera,
Kementerian Kesehatan Gaza
Israel Langgar Gencatan Senjata
Pejabat Palestina juga menyebut Israel belum memenuhi komitmen utama dalam perjanjian gencatan senjata, termasuk izin masuk bantuan medis, perlengkapan tempat tinggal, dan peralatan rekonstruksi.
Meski gencatan senjata berlaku sejak 10 Oktober 2025, tentara Israel tetap melakukan serangan hampir setiap hari. Dilansir Antara, serangan Israel telah menewaskan 961 warga Palestina dan melukai 3.020 lainnya. (*)