Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Serunya Mahasiswa Indonesia Sehari Jadi Dubes Denmark

Wisnu Cipto - Selasa, 08 Mei 2018

MerahPutih.com - Mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Rudang Cecilia Pinem terpilih merasakan pengalaman menggantikan Abildgaard Kristensen sebagai Duta Besar (Dubes) Denmark untuk Indonesia dalam satu hari melalui kegiatan Ambassador One Day.

Mahasiswi jurusan hukum itu memenangi kompetisi Ambassador One Day ke-5 yang merupakan kerjasama Kedutaan Besar Denmark di Jakarta dan the Habibie Center. Kompetisi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan ketertarikan anak muda Indonesia untuk mempelajari dunia diplomasi dan politik internasional serta kerjasama bilateral Indonesia dan Denmark.

cicil

Rudang Cecilia Pinem dan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard Kristensen. (Antara/Martha Herlinawati)

Tulisan Cecilia mengenai potensi kerjasama Indonesia dan Denmark dalam mengatasi tantangan global tentang anti korupsi mengungguli lebih dari 500 esai mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam kegiatan Ambassador One Day, Cecilia akan menjalankan tugas sebagai Dubes Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard Kristensen selama sehari.

Cecilia mengikuti kegiatan seharian Dubes Rasmus pada Selasa di Jakarta dan menyampaikan sejumlah pandangan dari sudut pandang pemuda Indonesia dalam seminar maupun pertemuan yang dihadiri Dubes Rasmus. Dilaporkan Antara, Selasa (8/5), sebagai pemenang kompetisi itu, dia akan melakukan perjalanan studi selama satu pekan ke ibu kota Denmark, Copenhagen pada musim gugur mendatang.

Di Copenhagen, Cecilia akan bertemu dengan pejabat Kementerian Luar Negeri Denmark, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Copenhagen dan institusi terkait lainnya termasuk organisasi internasional dan pemuda serta universitas untuk memperluas wawasan terkait hubungan bilateral Denmark dan Indonesia.

Bukan yang Pertama

datu
Mahasiswa UGM Damarjiwo Datu (19) bersama Menlu Retno Marsudi dan Dubes Denmark Rasmus Abildgaard Kristensen. Foto: Dok UGM

Mahasiswa Departemen Hubungan Internasional (HI) FISIPOL Universitas Gadjah Mada Damarjiwo Datu (19) juga sempat merasakan menjadi Duta Besar Denmark untuk Indonesia pada medio Februari lalu. Datu, begitu biasa dia disapa, terpilih menjadi Ambassador 1 Day (A1D) yang diadakan Kedutaan Besar Denmark di Indonesia, setelah mengalahkan 360 peserta dalam serangkaian seleksi ketat.

Terpilih sebagai pemenang, selama sehari Datu menjalankan tugas layaknya Dubes Denmark untuk Indonesia, Casper Klynge. Mulai memimpin rapat dengan para staf di kedubes, mengunjungi terowongan bawah tanah rel MRT, bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia dan mantan Presiden RI BJ Habibie, serta berkunjung ke salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energi yaitu PT. Adaro Energi.

“Saya melakukan beberapa pertemuan dengan Menlu, Ibu Retno Marsudi, dan beberapa pihak lain untuk mendiskusikan tentang kerja sama Denmark-Indonesia dalam berbagai aspek,” kata Datu, dilansir dari laman resmi UGM.

Datu menyampaikan program Ambassador 1 Day tahun ini dilaksanakan berbeda dengan tahun sebelumnya. Biasanya pemenang A1D akan menjalankan tugas selayaknya Dubes Denmark untuk Indonesia selama sehari. Namun, dalam program tahun ini dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada 31 Januari hingga 1 Februari 2017. “Biasanya cuma 1 hari aja, tapi kemarin program diperpanjang hingga dua hari,” ungkap mahasiswa semester IV ini.

Program Ambassador 1 Day merupakan kompetisi bergengsi bagi mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan Kedutaan Besar Denmark di Jakarta dengan The Habibie Center. Program ini bertujuan untuk mempererat hubungan Denmark dan Indonesia.

Datu
Mahasiswa UGM Damarjiwo Datu (kanan) saat bertugas jadi Dubes Denmark. Foto: Dok UGM

Mantap Pingin Jadi Diplomat

Sebelum terpilih sebagai pemenang, Datu harus melalui dua tahapan seleksi, yaitu mengirim esai tentang “renewable energy” dan tes wawancara. Dia mengajukan esai tentang strategi kerja sama bidang pengembangan energi terbarukan.

“Kaget aja saya bisa menang. Pastinya sangat senang bisa terpilih dalam program A1D ini,” kata Ketua Departemen Riset Scandinavia Community (Scanty) UGM ini.

Setelah mengikuti program A1D ini Datu menjadi tertarik dalam dunia diplomatik. Dia pun memantapkan hati untuk bisa menjadi diplomat nantinya. “Awalnya tidak terpikir menekuni dunia diplomatik, tapi sekarang pengin jadi diplomat," tandas mahasiswa asal Condongcatur, Sleman, Yogyakarta itu. (*)

Baca Artikel Asli