Serangan dan Penangkapan Presiden Venezuela Maduro Oleh AS Bikin PBB Khawatir
Minggu, 04 Januari 2026 -
MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores, kini berada di atas sebuah kapal yang sedang menuju New York, setelah melakukan serangan ke negara tersebut.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memandang tindakan militer Amerika Serikat terhadap Venezuela hal yang mengkhawatirkan yang dapat menciptakan preseden berbahaya.
"Terlepas dari situasi di Venezuela, sederet perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya. Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh - oleh semua pihak - terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB," kata Juru bicara Stephane Dujarric pada Sabtu (3/1).
Menurutnya, Sekjen sangat prihatin bahwa aturan hukum internasional tidak dihormati.
Baca juga:
Ditangkap AS, Pemerintah Tegaskan Maduro Tetap Presiden Venezuela
Pimpinan PBB itu, kata ia, sangat prihatin dengan eskalasi baru-baru ini di Venezuela sekaligus memperingatkan potensi implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut.
Guterres mendesak semua pihak di Venezuela untuk terlibat dalam dialog inklusif.
"Dengan menghormati secara penuh hak asasi manusia (HAM) dan supremasi hukum," demikian menurut pernyataan tersebut.
Pemerintah China mengaku terkejut dan mengutuk keras atas serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolas Maduro serta istrinya.
"China sangat terkejut dan mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang secara terang-terangan menggunakan kekuatan militer terhadap suatu negara berdaulat dan bahkan menangkap presiden negara tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China seperti termuat dalam laman Kementerian Luar Negeri China