Niat Caplok Greenland, AS Bahas Opsi Gunakan Kekuatan Militer
Kawasan Greenland.(foto: pexels-mikhail-nilov)
MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump telah membahas berbagai opsi untuk mencaplok Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer. Gedung Putih mengatakan akuisisi Greenland merupakan prioritas keamanan nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah para pemimpin Eropa mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan dukungan kepada Denmark, yang selama ini menolak ambisi Trump terhadap pulau di Arktik tersebut.
Pada pekan lalu, Trump kembali menegaskan niat AS untuk menduduki Greenland demi alasan keamanan. Sebagai tanggapan, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memperingatkan bahwa serangan apa pun dari AS akan berarti berakhirnya NATO.
“Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi salah satu opsi yang berada dalam kewenangan panglima tertinggi,” kata pihak Gedung Putih dalam pernyataan mereka, dikutip BBC.
NATO merupkan aliansi militer trans-Atlantik dengan para sekutu diharapkan saling membantu jika terjadi serangan dari luar. Enam sekutu Eropa menyatakan dukungan terhadap Denmark, Selasa (6/1). “Greenland merupakan milik rakyatnya, dan hanya Denmark serta Greenland yang dapat memutuskan hal-hal terkait dengan hubungan mereka,” ujar para pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Denmark dalam pernyataan bersama.
Baca juga:
Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland
Sambil menegaskan bahwa mereka sama-sama berkepentingan dengan AS dalam menjaga keamanan Arktik, para penandatangan pernyataan tersebut mengatakan hal itu harus dicapai secara kolektif oleh negara-negara NATO, termasuk AS. Mereka juga menyerukan penegakan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk kedaulatan, keutuhan wilayah, dan tidak dapat diganggunya perbatasan.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut pernyataan tersebut dan menyerukan dialog yang saling menghormati. “Dialog harus berlangsung dengan menghormati fakta bahwa status Greenland berakar pada hukum internasional dan prinsip keutuhan wilayah,” kata Nielsen.
Isu masa depan Greenland kembali mencuat setelah intervensi militer AS di Venezuela. Pasukan elite masuk untuk menangkap Presiden Nicolás Maduro dan membawanya ke New York untuk menghadapi dakwaan terkait dengan narkoba dan senjata. Sehari setelah penggerebekan itu, Katie Miller, istri salah seorang penasihat senior Trump, mengunggah peta Greenland berwarna bendera Amerika di media sosial, disertai kata ‘segera’. Suaminya, Stephen Miller, menyebut Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada para anggota parlemen dalam pengarahan tertutup di Capitol Hill pada Senin bahwa pemerintahan Trump tidak berencana menginvasi Greenland, tapi hendak membeli pulau tersebut dari Denmark. Demikian dilaporkan Wall Street Journal.
Seorang pejabat senior AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa opsi Amerika mencakup pembelian langsung Greenland atau membentuk Compact of Free Association dengan wilayah tersebut.
Pada Maret 2025, Trump mengatakan Amerika akan melakukan sejauh apa pun yang perlu untuk mendapatkan kendali atas wilayah tersebut. Dalam sebuah dengar pendapat kongres musim panas 2025, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan AS memiliki rencana untuk segala kemungkinan.
Greenland, yang berpenduduk sekitar 57.000 jiwa, telah memiliki pemerintahan sendiri secara luas sejak 1979, meskipun pertahanan dan kebijakan luar negeri masih berada di tangan Denmark. Meski sebagian besar warga Greenland mendukung kemerdekaan penuh dari Denmark di masa depan, jajak pendapat menunjukkan penolakan yang sangat besar terhadap kemungkinan menjadi bagian dari AS. Saat ini, AS sudah punya pangkalan militer di pulau tersebut.(dwi)
Baca juga:
Menlu AS Tegaskan Keseriusan Rencana Donald Trump Beli Greenland
Bagikan
Berita Terkait
Menlu: AS Ingin Beli Greenland Bukan Menginvasi
Culik Nicolas Maduro, Presiden AS Donald Trump Klaim Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barel Minyak kepada AS
AS Akan Kontrol Penjualan 50 Juta Barel Minyak Venezuela, Larang Kerjasama Dengan China
Niat Caplok Greenland, AS Bahas Opsi Gunakan Kekuatan Militer
Venezuela Umumkan Masa Berkabung 7 Hari Hormati Korban Serangan Amerika Serikat
Aksi Solidaritas dan Dukungan untuk Rakyat Venezuela di Gedung Kedubes Amerika Serikat
Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Jadi Ajang Taruhan, Penjudi Kripto Anonim Raup Cuan Rp 6,6 Miliar
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Penangkapan Presiden Venezuela Rusak Tatanan Dunia, DPR Minta RI Desak PBB Gelar Sidang Darurat
Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland