Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
 Ditolak Tegas PM Greenland, Presiden AS Donald Trump Tetap Lanjutkan Niat Menganeksasi Greenland

Presiden AS, Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PRESIDEN AS Donald Trump kembali menegaskan niatnya menganeksasi Greenland. Penegasan ini dilontarkan setelah pemimpin Denmark mendesaknya untuk menghentikan ancaman terkait pulau tersebut. Trump menyebut AS membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional.

Trump berulang kali mengangkat kemungkinan wilayah semiotonom Denmark itu menjadi bagian yang dianeksasi AS. Hal itu sejalan dengan lokasi strategis pulau tersebut untuk kepentingan pertahanan AS serta kekayaan mineral di dalamnya.

Perdana Menteri Greenland Jens Frederik Nielsen akhirnya menanggapi dengan menegaskan kata ‘cukup sudah’ dan menggambarkan gagasan kendali AS atas pulau tersebut sebagai sebuah fantasi.

“Tidak ada lagi tekanan. Tidak ada lagi sindiran. Tidak ada lagi fantasi aneksasi. Kami terbuka untuk dialog. Kami terbuka untuk pembahasan. Namun, hal ini harus dilakukan melalui jalur yang semestinya dan dengan menghormati hukum internasional,” kata Nielsen.

Sebelumnya, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan AS tidak memiliki hak untuk menganeksasi salah satu dari tiga negara dalam Kerajaan Denmark. Frederiksen menambahkan bahwa Denmark, termasuk pula Greenland, merupakan anggota NATO dan berada di bawah jaminan keamanan aliansi tersebut. Ia menyebut perjanjian pertahanan yang memberikan akses kepada AS ke pulau itu sudah berlaku.

Baca juga:

AS Gelar Kunjungan ke Greenland, Perdana Menteri Denmark Protes Keras Menyebutnya tak Bisa Diterima



Pernyataan Perdana Menteri Denmark tersebut dirilis setelah Katie Miller, istri salah seorang penasihat senior Trump, Stephen Miller, mengunggah peta Greenland di media sosial dengan warna bendera Amerika Serikat disertai kata ‘segera’.

Duta Besar Denmark untuk AS menanggapi unggahan Miller, seorang pemandu siniar sayap kanan dan mantan ajudan Trump pada masa jabatan pertamanya, dengan pengingat ramah bahwa kedua negara ialah sekutu dan bahwa Denmark mengharapkan penghormatan terhadap keutuhan wilayahnya.

Perang pernyataan mengenai masa depan Greenland ini kembali mencuat setelah operasi militer besar terhadap Venezuela pada Sabtu. Dalam operasi itu, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya ditangkap lalu dibawa ke New York. Trump kemudian menyatakan AS akan ‘mengelola’ Venezuela dan perusahaan-perusahaan minyak AS akan mulai menghasilkan uang bagi negara tersebut.

Situasi ini kembali memicu kekhawatiran bahwa AS mungkin mempertimbangkan penggunaan kekuatan militer untuk mengamankan kendali atas Greenland, sebuah pulau luas di Arktik. Trump mengklaim menjadikan Greenland bagian dari Amerika Serikat akan bermanfaat bagi kepentingan keamanan AS karena lokasi strategisnya dan kelimpahan mineral yang penting bagi sektor teknologi tinggi.

Langkah terbaru pemerintahan Trump menunjuk seorang utusan khusus untuk Greenland memicu kemarahan di Denmark. Greenland, yang berpenduduk sekitar 57.000 jiwa, telah memiliki pemerintahan sendiri yang luas sejak 1979, meskipun urusan pertahanan dan kebijakan luar negeri tetap berada di tangan Denmark. Meski sebagian besar warga Greenland mendukung kemerdekaan penuh dari Denmark, jajak pendapat menunjukkan adanya penolakan yang sangat besar terhadap kemungkinan menjadi bagian dari Amerika Serikat.(dwi)

Baca juga:

PM Terpilih Jens-Frederik Nielsen Minta Eropa Lindungi Greenland dari Incaran Trump

#Donald Trump #Denmark #Greenland
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Olahraga
Link Streaming dan Prediksi Skor Norwegia vs Denmark, Siapa Raja Skandinavia Sesungguhnya?
Cari prediksi Norwegia vs Denmark dan link streaming UEFA Nations League? Intip statistik, head to head, susunan pemain, dan duel tajam Haaland vs Hojlund di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Link Streaming dan Prediksi Skor Norwegia vs Denmark, Siapa Raja Skandinavia Sesungguhnya?
Dunia
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Sebanyak 12,5 triliun ton es kutub mencair sejak 1970-an akibat pemanasan global. Simak data satelit terbaru dan dampak mengerikan kenaikan permukaan laut di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Dunia
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
“Sekarang kami adalah yang terbesar di dunia, dan itu belum termasuk Venezuela, yang baru saja kami tambahkan ke dalam cadangan kecil kami,” kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
AS Klaim Jadi Produsen Minyak Terbesar Dunia, Dapat Konsensi 100 Tahun di 17 Ladang Minyak Venezuela
Bagikan