Mengenal Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Dituduh Pemimpin Kartel Narkoba oleh Donald Trump
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. ANTARA/REUTERS/Manaure Quintero/pri.
MERAHPUTIH.COM — AMERIKA Serikat telah menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro setelah melancarkan serangan besar-besaran terhadap negara Amerika Selatan tersebut. Trump mengatakan Presiden Venezuela yang berhaluan kiri itu dan istrinya diterbangkan keluar dari negara tersebut dalam sebuah operasi militer yang dilakukan bersama aparat penegak hukum AS.
Ledakan dilaporkan terjadi di berbagai titik di ibu kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1) dini hari, termasuk di sejumlah pangkalan militer.
Pemerintah Venezuela menuntut bukti bahwa Maduro masih hidup dan telah mengerahkan angkatan bersenjatanya. Status darurat nasional telah diumumkan di negara itu. Penangkapan Maduro terjadi setelah meningkatnya ketegangan antarkedua negara. Sebelumnya, Washington menyerang kapal-kapal di kawasan Karibia yang menurut AS digunakan untuk mengangkut narkoba.
Amerika Serikat telah menuduh Maduro terlibat langsung dalam penyelundupan narkoba dan menyebutnya sebagai pemimpin yang tidak sah. Sebaliknya, Maduro menuduh AS melakukan intimidasi.
Nicolas Maduro naik ke panggung politik nasional di bawah kepemimpinan Presiden berhaluan kiri Hugo Chavez dan partainya, Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV). Maduro menggantikan Chavez sebagai presiden pada 2013.
Baca juga:
AS Serang Venezuela, Presiden Donald Trump Nyatakan Telah Tangkap Nicolas Maduro
Pada 2024, Maduro dinyatakan sebagai pemenang pemilihan presiden, meskipun hasil penghitungan suara yang dikumpulkan pihak oposisi menunjukkan kandidat mereka, Edmundo Gonzalez, memenangi pemilu tersebut dengan kemenangan telak.
Maduro berselisih dengan Trump terkait dengan kedatangan ratusan ribu migran Venezuela ke Amerika Serikat serta upaya Gedung Putih memerangi masuknya narkoba, terutama fentanil dan kokain, ke AS.
Trump telah menetapkan dua geng narkoba Venezuela, yakni Tren de Aragua dan Cartel de los Soles, sebagai organisasi teroris asing (foreign terrorist organisations/FTO). Ia menuduh Maduro sebagai pemimpin Cartel de los Soles. Amerika Serikat bahkan menawarkan hadiah sebesar USD 50 juta bagi siapa pun yang memberikan informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro.
Maduro dengan keras membantah tuduhan sebagai pemimpin kartel dan menuduh Amerika Serikat menggunakan perang melawan narkoba sebagai dalih untuk menjatuhkannya serta menguasai cadangan minyak Venezuela yang sangat besar.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan AS juga telah melakukan lebih dari dua lusin serangan di perairan internasional terhadap kapal-kapal yang dituduh digunakan untuk menyelundupkan narkoba ke AS. Lebih daripada 100 orang dilaporkan tewas.(dwi)
Baca juga:
Amerika Serikat Lancarkan Serangan ke Venezuela, Mengancam Perdamaian dan Stabilitas Internasional
Bagikan
Berita Terkait
Jazuli Nilai Serangan AS Langgar Kedaulatan Venezuela dan Abaikan Piagam PBB, Bahaya jika Dibiarkan
Serangan dan Penangkapan Presiden Venezuela Maduro Oleh AS Bikin PBB Khawatir
Serangan AS ke Venezuela Dapat Kecaman, Stabilitas Amerika Latin Terguncang
Ditangkap AS, Pemerintah Tegaskan Maduro Tetap Presiden Venezuela
Puluhan Orang Dikabarkan Tewas Akibat Serangan AS di Venezuela
Presiden Venezuela Maduro Bakal Diadili di New York, Terancam 4 Kali Penjara Seumur Hidup
Presiden Venezuela Maduro Ditahan di Kapal Perang USS Iwo Jima
Mengenal Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang Dituduh Pemimpin Kartel Narkoba oleh Donald Trump
AS Serang Venezuela, Presiden Donald Trump Nyatakan Telah Tangkap Nicolas Maduro
Amerika Serikat Lancarkan Serangan ke Venezuela, Mengancam Perdamaian dan Stabilitas Internasional