Serangan AS ke Venezuela Dapat Kecaman, Stabilitas Amerika Latin Terguncang

Minggu, 04 Januari 2026 - Alwan Ridha Ramdani

MerahPutih.com - Serangan militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela pada Sabtu (3/1) dan menangkap Presiden Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, mendapat kecaman berbagai negara, terutama negara yang selama ini dekat dengan Venezuela/ .

Serangan ini juga langsung meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin dan memicu kekhawatiran global.

Presiden Chili Gabriel Boric mengecam keras serangan Amerika Serikat ke Venezuela termasuk penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Boric menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap prinsip kedaulatan negara dan berpotensi membahayakan stabilitas kawasan regional maupun global.

Baca juga:

Ditangkap AS, Pemerintah Tegaskan Maduro Tetap Presiden Venezuela

Boric menyampaikan agar peristiwa ini harus segera dihentikan, agar tidak ada lagi negara yang bernasib sama dengan Venezuela.

Kecaman juga datang dari Kuba. Presiden Miguel Díaz-Canel mengutuk apa yang disebutnya sebagai kejahatan serangan AS terhadap Venezuela dan mendesak aksi darurat dari masyarakat internasional.

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodríguez menyebut operasi militer tersebut sebagai tindakan keji terhadap negara yang tidak pernah mengancam AS.

Dari Rusia, Wakil Ketua Dewan Federasi Konstantin Kosachev menilai serangan itu melanggar hukum internasional dan tidak memiliki dasar substansial.

Menteri Luar Negeri Venezuela Ivan Gil, dalam wawancaranya dengan kantor berita Rusia, RIA Novosti, mengatakan, perdamaian Amerika Latin “terganggu” oleh tindakan Washington, seraya menilai klaim serangan itu sebagai ancaman serius terhadap stabilitas regional. (Pon)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan