MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, petugas BPS akan mendatangi rumah tangga maupun pelaku usaha untuk melakukan pendataan secara langsung.
Bagi masyarakat yang ingin mengisi kuesioner secara mandiri, BPS juga menyediakan tautan daring yang akan diberikan oleh petugas sensus saat melakukan pendataan.
Pramono Anung Minta Warga Berikan Data Sesuai Kondisi Sebenarnya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta masyarakat memberikan data yang sebenarnya saat mengikuti Sensus Ekonomi 2026.
Menurutnya, kejujuran masyarakat menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas data yang nantinya digunakan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi.
"Karena inilah yang menjadi kata kunci di dalam kita untuk mengambil keputusan ke depan. Jangan tertutup, lebih baik disampaikan. Susah ya susah, senang ya senang, kaya ya kaya, miskin ya miskin, begitu," kata Pramono saat pencanangan komitmen bersama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi DKI Jakarta bersama BPS di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (13/7).
Baca juga:
Sensus Ekonomi 2026 Bakal Menyasar Langsung Pelaku Usaha, Mahasiswa Dikerahkan
Pramono menjelaskan, hasil sensus akan menjadi rujukan penting bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melihat kondisi ekonomi masyarakat berdasarkan keadaan sebenarnya.
Karena itu, ia berharap data yang dihimpun dapat benar-benar akurat dan mencerminkan realitas di lapangan.
Sehingga dengan demikian kita semua akan terbantu di dalam pengambilan keputusan menggunakan data yang benar, data yang kompetitif, data yang betul-betul mencerminkan, merefleksikan keadaan masyarakat yang sebenarnya,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
BPS Pastikan Data Warga Dijamin Kerahasiaannya
Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengajak masyarakat menerima kedatangan petugas sensus dan mengisi data secara benar.
Ia memastikan seluruh informasi yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya.
Kami mohon kiranya nanti apabila petugas sensus kami datang, mohon pertama terima petugas sensus, kedua isi data dengan benar, dan ketiga tidak perlu khawatir bahwa rahasia data yang diberikan itu akan kami jaga dengan sebaik-baiknya,
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti.
Amalia mengatakan, BPS telah menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Telkom, serta PT Peruri untuk mengamankan data yang dihimpun selama pelaksanaan sensus.
Baca juga:
Khawatiran Sensus Ekonomi Berdampak ke Besaran Pajak, BPS Harus Sosialisasi
Sensus Ekonomi Tidak Berkaitan dengan Pajak
Amalia juga menegaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak memiliki kaitan dengan kepentingan perpajakan.
Menurutnya, seluruh data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik dan penyusunan kebijakan pemerintah.
"Jadi sensus ini adalah untuk kepentingan statistik bukan dalam rangka untuk kepentingan perpajakan. Itu yang mungkin perlu diketahui oleh masyarakat luas. Jadi sekali lagi rahasia data individu dan pribadi akan kami jaga," pungkasnya. (Asp)