Merahputih.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau terus meluas. Material vulkanik kini mulai dilaporkan sampai ke kawasan Jabodetabek.
Laporan mengenai abu vulkanik muncul dari sejumlah wilayah Jakarta, Bogor, Depok, hingga Bekasi pada Minggu (6/9) pagi.
Laporan mengenai abu vulkanik Anak Krakatau ramai dibagikan melalui media sosial, dengan warga mengunggah kondisi lingkungan masing-masing.
Baca juga:
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Di beberapa lokasi, warga menemukan debu halus menempel pada kendaraan dan permukaan benda yang berada di luar ruangan.
Laporan serupa juga muncul dari wilayah Bogor. Abu vulkanik Anak Krakatau ditemukan di sejumlah kawasan. Sejumlah warga bahkan mengeluhkan mata terasa perih setelah terpapar debu tersebut.
Abu Vulkanik Terbawa Arah Angin
Meluasnya sebaran abu tidak terlepas dari kondisi angin di sekitar Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya, laporan pemantauan menunjukkan material vulkanik terbawa angin dan mencapai sejumlah wilayah di luar kawasan Selat Sunda.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau sendiri masih menjadi perhatian. Gunung api tersebut berstatus Level III atau Siaga, sementara masyarakat, wisatawan, dan nelayan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius 3 kilometer.
Baca juga:
Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada
Dampak sebaran abu vulkanik juga mulai berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta sebelumnya ditutup sementara pada Minggu dini hari setelah hasil pemeriksaan menunjukkan indikasi keberadaan abu vulkanik di sekitar bandara.
Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan mengalami pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan penerbangan.
Warga Jabodetabek Diminta Waspada
Masyarakat di Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi yang menemukan debu vulkanik di lingkungannya disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Aktivitas luar rumah juga sebaiknya dikurangi apabila tidak mendesak.
Warga dapat menutup pintu, jendela, serta ventilasi untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah. Pelindung mata juga dapat digunakan apabila paparan abu cukup terasa.
Masyarakat diimbau tidak panik dan tetap mengandalkan informasi dari lembaga resmi seperti PVMBG, BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah.