Merahputih.com - Deru mesin sepeda motor di lorong sempit Gang Haji Jeni 2, Gandaria Utara, kini tak lagi memicu kecemasan berlebih bagi pemiliknya. Di balik bodi plastik kendaraan tersebut, tersembunyi sebuah kotak hitam kecil penyimpan rahasia keamanan.
Inovasi pencegahan curanmor melalui pemasangan alat pelacak atau GPS menjadi senjata pamungkas pengurus lingkungan demi menjaga aset warga dari incaran penjahat.
Baca juga:
Pengurus RT 11 RW 7, Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, menggagas program mandiri ini dengan memanfaatkan dana operasional RT. Setiap perangkat pelacak seharga Rp 350 ribu terpasang secara bertahap pada kendaraan milik penduduk setempat.
"Prioritas warga sendiri, karena mereka banyak kontribusi. Wujud apresiasi dan kepedulian agar masyarakat merasa terangkul serta membangun hubungan emosional enak. Tidak perlu woro-woro, mereka berinisiatif. Penting kepedulian masyarakat ada umpan baliknya," ujar Ketua RT 11 RW 7 Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Imam Basori, Kamis (16/4).
Siasat Anggaran Terbatas Demi Keamanan
Pembagian perangkat tidak berjalan serentak akibat keterbatasan kas operasional. Program mulai bergulir sejak momen halal bihalal Lebaran 1447 Hijriah dengan target seluruh kepala keluarga (KK) mendapatkan fasilitas serupa. Pria akrab disapa Ibas tersebut merinci, distribusi menyesuaikan ketersediaan dana sisa kegiatan lingkungan setiap bulan.

"Contoh ada 50 KK, tinggal kalikan saja, 25 kali pembagian GPS. Berarti hampir ada 2 tahun lebih. Anggaran terbatas begini tak bisa langsung semua terpenuhi, minimal ada upaya langkah nyata untuk masyarakat. Syukur kalau tidak ada kegiatan bisa tambah dari dua ke empat perangkat," tutur Ibas.
Pantau Maling Lewat Smartphone
Meski wilayah RT 11 selama ini nihil kasus pencurian kendaraan, langkah preventif tetap menjadi kewajiban. Dinamika kerawanan di wilayah Jakarta Selatan menuntut kesigapan pengurus lingkungan sebelum musibah terjadi. Penggunaan teknologi dianggap solusi paling efektif guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
Baca juga:
Penggerebekan Kos-kosan Sindikat Curanmor di Jakarta Utara, 3 Cewek Turut Diangkut
Perangkat berbentuk kotak hitam setebal 5 sentimeter tersebut mengandalkan koneksi internet untuk mengirimkan data lokasi secara presisi. Pemilik kendaraan cukup memantau pergerakan motor melalui aplikasi di telepon pintar masing-masing.
"Harus pakai kartu provider terhubung internet, supaya pergerakan termonitor lewat smartphone dihubungkan," kata Ibas sambil menunjukkan demonstrasi cara kerja alat tersebut. (Tka)