MerahPutih.com - Rotten Tomatoes masih menjadi salah satu rujukan utama bagi pecinta film dalam memilih tontonan berkualitas. Platform agregator ulasan tersebut dikenal luas karena menghimpun penilaian dari kritikus profesional maupun penonton umum dari berbagai negara.
Selain menyediakan skor rating, Rotten Tomatoes juga menjadi ruang diskusi yang aktif bagi para sinefil untuk membahas kualitas cerita, akting, hingga aspek teknis sebuah film.
Dalam sistem penilaiannya, skor dari para kritikus ditandai dengan label Tomatometer, sedangkan penilaian dari penonton umum ditampilkan melalui label Popcornmeter.
Baca juga:
Sepanjang pertengahan 2025 hingga pertengahan 2026, sejumlah film berhasil meraih rating tinggi dari kalangan kritikus. Mayoritas berasal dari genre horor dan thriller yang menawarkan teror psikologis, misteri, hingga ketegangan bertahan hidup.
Berikut daftar tujuh film dengan rating kritikus tertinggi di Rotten Tomatoes beserta sinopsis singkatnya:
1. Leviticus
Leviticus menjadi salah satu film dengan rating tertinggi di Rotten Tomatoes dengan perolehan skor 94 persen dari para kritikus.
Film horor psikologis ini mengangkat tema trauma, kepercayaan, dan sisi gelap manusia. Ceritanya mengikuti sekelompok karakter yang terjebak dalam rangkaian peristiwa mengerikan yang memaksa mereka menghadapi rasa bersalah serta keyakinan yang selama ini dipendam.
Teror yang muncul tidak hanya berbentuk ancaman fisik, tetapi juga permainan psikologis yang perlahan mengikis kewarasan para tokohnya.
2. Obsession
Film ini juga mengantongi rating 94 persen dari kritikus. Obsession mengikuti kisah Nikki, seorang perempuan muda yang menjadi korban ilmu hitam atau guna-guna. Awalnya ia digambarkan sebagai sosok yang rapuh dan tidak berdaya.
Namun seiring berjalannya cerita, Nikki berubah menjadi karakter yang paling dominan dan mengendalikan atmosfer ketegangan film. Obsession mengeksplorasi trauma, manipulasi, serta perubahan kepribadian yang ekstrem hingga membuat tokohnya dijuluki sebagai salah satu calon scream queen baru Hollywood.
3. Exit 8
Dengan rating 93 persen, Exit 8 menjadi salah satu thriller psikologis Jepang yang paling banyak mendapat perhatian.
Film yang diadaptasi dari gim populer ini mengisahkan seseorang yang terjebak di lorong bawah tanah tanpa akhir. Untuk keluar, ia harus mengenali berbagai anomali kecil yang muncul di sekitarnya.
Setiap kesalahan keputusan dapat membawanya kembali ke titik awal, menciptakan rasa cemas, ketidakpastian, dan paranoia yang terus meningkat sepanjang cerita.
4. 28 Years Later: The Bone Temple
Film ini memperoleh rating 92 persen dan melanjutkan semesta 28 Days Later yang berlatar dunia pasca kehancuran akibat wabah mematikan.
Kisahnya membawa para penyintas menuju sebuah lokasi bernama Bone Temple yang menyimpan berbagai rahasia kelam. Di tengah ancaman manusia yang terinfeksi serta konflik antarkelompok, mereka harus berjuang bertahan hidup di dunia yang nyaris kehilangan harapan.
Baca juga:
Film 'Obsession' Pecahkan Rekor Box Office, Jadi Film Terlaris Sepanjang Sejarah Focus Features
5. Send Help
Send Help juga meraih skor 92 persen dari para kritikus. Film horor-thriller bertema survival ini mengikuti sekelompok orang yang terdampar dalam situasi berbahaya dan terisolasi dari dunia luar.
Saat bantuan yang mereka tunggu tak kunjung datang, para karakter dipaksa menghadapi ancaman mematikan, rasa putus asa, dan konflik internal yang perlahan mengubah satu sama lain menjadi musuh.
6. Backrooms
Diadaptasi dari fenomena internet yang viral, Backrooms mendapatkan rating 88 persen dari kalangan kritikus.
Film ini menceritakan seseorang yang terjebak dalam labirin ruangan kosong tanpa ujung. Tempat tersebut dipenuhi lorong-lorong identik, suara misterius, dan entitas mengerikan yang terus mengintai.
Backrooms mengandalkan atmosfer mencekam, rasa kesepian, serta ketakutan eksistensial yang membuat penonton seolah ikut terjebak bersama karakter utama.
7. Hokum
Hokum berhasil mengumpulkan rating 89 persen dan masuk dalam daftar film dengan respons positif dari para kritikus.
Film horor psikologis ini mengeksplorasi tema obsesi, identitas, dan pengaruh figur karismatik terhadap seseorang.
Ceritanya mengikuti seorang tokoh yang terjebak dalam hubungan manipulatif dan perlahan kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Teror yang ditawarkan lebih menitikberatkan pada ketegangan mental serta rasa tidak nyaman yang berkembang sepanjang cerita. (Tka)