Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

RSUD Tebet dan Cempaka Putih Gelar Operasi Gratis Bibir Sumbing

Dwi Astarini - Rabu, 03 Juni 2026

MERAHPUTIH.COM - RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Tebet dan RSUD Cempaka Putih melaksanakan operasi gratis bibir sumbing dan langit-langit. Asisten Kesejahteraan Rakyat Provinsi DKI Jakarta Ali Maulana Hakim mengatakan program ini telah berlangsung sejak tahun lalu.

"Kami pilih di RSUD tipe C dan D agar pelayanan kesehatan lebih dekat dan memasyarakat. Kebijakan ini menegaskan pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya tersedia di RSUD tipe A dan B," kata Ali kepada wartawan, Rabu (3/6).

Ali menjelaskan salah satu persyaratan utama pasien yang ditangani yakni memiliki KTP DKI Jakarta. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tetap membuka kesempatan seluas-luasnya bagi warga di luar KTP DKI Jakarta.



"Kami mengundang seluruh keluarga, saudara, atau rekan yang memiliki kondisi bibir sumbing dan memerlukan penanganan operasi bedah plastik untuk mengikuti program ini."

Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta



Menurutnya, program ini diselenggarakan secara gratis dengan melibatkan dokter ahli yang telah berpengalaman menangani ribuan kasus serupa.

Baca juga:

55 Pasien dari Berbagai Daerah Jalani Operasi Bibir Sumbing di RSUD Kalideres



"Ditargetkan, hingga 2027, sebanyak 500 pasien dapat terlayani melalui program operasi ini," ungkapnya.

Menurutnya, operasi ini sangat penting bagi kesehatan pasien, seperti memudahkan kemampuan berbicara dan memperbaiki pola makan agar tubuh lebih sehat. Selain itu, operasi ini juga sangat berpengaruh pada aspek psikososial.

"Ketika pasien tumbuh dewasa dan berinteraksi di masyarakat, kondisi ini sering kali menimbulkan rasa minder. Oleh karena itu, dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan untuk meyakinkan mereka yang merasa ragu atau khawatir agar bersedia mengikuti program ini," ucapnya.

Ali merinci, saat ini, terdapat 13 pasien di RSUD Tebet dan 17 pasien di RSUD Cempaka Putih, dengan total keseluruhan 30 pasien yang ditangani. Pasien terjauh berasal dari Provinsi Papua. Hal itu menunjukkan program ini terbuka bagi seluruh warga Indonesia tanpa batasan usia, mulai dari bayi hingga dewasa.

"Pascaoperasi, pasien rata-rata diperbolehkan langsung pulang setelah tindakan," bebernya.(Asp)


Baca juga:

Stop Perundungan Terhadap Anak dengan Bibir Sumbing

Baca Artikel Asli