KEMAJUAN teknologi berpengaruh besar pada kemajuan dunia medis. Penanganan untuk penyakit kanker pun mengalami perubahan signifikan.
Walaupun ada kemajuan dalam penanganan kanker, masih banyak yang belum dapat mengakses atau mendapatkan layanan kanker yang layak di Indonesia karena keterbatasan finansial. Menurut data BPS Maret 2022, angka penduduk miskin perkotaan mencapai angka 7,5 persen.
Selain karena masalah finansial, ada faktor lain menjadi penyebab kurangnya akses layanan kanker di Indonesia. Misalnya, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara reguler, rasa takut melakukan skrining, serta kurangnya tenaga ahli.
BACA JUGA:
Anak Penyintas Kanker Perlu Pendampingan dan Perawatan Khusus
Hal tersebut mendorong penyedia layanan kanker swasta, RS Siloam untuk berkontribusi lebih. RS Siloam menyadari peran dan tanggung jawab besar yang diemban dalam pelayanan kepada masyarakat luas. Dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dari segi skala dan inovasi, RS Siloam berada dalam posisi strategis untuk mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia.
Layanan kanker untuk pasien kurang mampu. (Foto: Pixabay/diana.grytsku)
Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) memiliki visi menjadi Rumah Harapan bagi semua pasien kanker. MRCCC merupakan satu-satunya pusat kanker swasta terakreditasi dan telah berkembang menjadi pusat kanker tersier rujukan yang tepercaya dan harapan dari para mitra rumah sakit dan klinik dari seluruh Indonesia. RS Siloam berupaya untuk menutup kesenjangan penanggulangan kanker dengan bersinergi bersama pemerintah, organisasi kesehatan, mitra atau rekanan, serta komunitas. Salah satunya dengan memberi layanan pemeriksaan gratis kanker.
Layanan yang diberikan tentu tidak main-main, mengingat fasilitas terbaik yang dimiliki oleh MRCCC untuk pasien kanker. MRCCC dilengkapi USG, Mamografi, MRI, PET-CT Scan serta laboratorium molekular diagnostik dan laboratorium patologi imunohistokimia. Laboratorium patologi imunohistokimia berguna untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi yang tepat untuk pasien.
BACA JUGA:
Menghadapi Anggota Keluarga yang Terkena Kanker
Terapi pengobatan kanker yang tersedia di MRCCC juga cukup lengkap. Beberapa terapi yang bisa didapatkan oleh pasien adalah bedah, kemoterapi, radioterapi, serta pengobatan yang customized seperti targeted therapy dan
imunoterapi sesuai dengan hasil pemeriksaan genetik masing-masing individu. Pengobatan kanker di MRCCC ke depannya akan lebih bersifat personalized berdasarkan jenis dan mutasi gen kanker. Artinya, dua orang yang terdiagnosis kanker payudara belum tentu mendapatkan penanganan yang sama karena karakteristik sel kanker dapat berbeda.
Dalam menyukseskan perawatan kanker, Grup RS Siloam juga menggandeng mitra internasional seperti NCGM (National Center for Global Health and Medicine) dari Jepang dan SingHealth dari Singapura, menjalankan clinical trials, peningkatan kemampuan talenta medis, Good Clinical Practice (GCP), dan juga in-site training.
Di masa depan, grup RS Siloam akan terus berinvestasi dalam kemampuan medisnya dengan menambah 10 Linac (Linear Accelerator) untuk menjawab kebutuhan radioterapi di luar Jakarta dan Pulau Jawa. Upaya itu dilakukan demi mewujudkan prognosis yang lebih baik serta menyediakan perawatan yang personal dan akurat bagi setiap pasien.
“Tingginya angka kanker payudara di Indonesia merupakan dasar kami mendirikan BCCC. Kami berupaya menghadirkan layanan terjangkau bagi pasien yang mencari perawatan akan kanker payudara," ujar Ketua Breast Cancer Care Alliance (BCCA) RS MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk.
Dokter Siloam tawarkan pengobatan gratis untuk pasien (Foto: Merahputih.com/Iftinavia Pradinantia)
Lebih lanjut pria yang akrab disapa Dokter Sam tersebut menerangkan bahwa BCCA menyediakan layanan komprehensif seputar penanganan kanker payudara mulai dari tim dokter multidisiplin, kedokteran nuklir, onkologi radiasi, klinik paliatif, serta tumor board discussions yang rutin diadakan mingguan oleh tim multidisiplin.
"Klinik paliatif berperan untuk memberikan pendampingan kepada pasien agar tetap aktif hidup dan bermartabat hingga akhir hidupnya, demikian pula keluarga sebagai support system untuk membahas kasus-kasus kanker, terutama kasus kanker yang sulit," tuturnya.
"Kami berharap kita semua dapat mengambil peran dan langkah untuk memastikan gap atau kesenjangan terhadap penanggulangan kanker dapat ditutup sehingga setiap individu bisa mengakses layanan kanker serta mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan, kapan pun dan di mana pun mereka berada. Mari kita bergandeng tangan dengan mengajak kerabat, teman, keluarga, rekan kerja, serta komunitas untuk ikut bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik menuju Indonesia yang lebih sehat,” ujar dr. Edy Gunawan, Chief Operating Officer RS MRCCC Siloam Semanggi.(Avia)
BACA JUGA: