Kesehatan

RS Siloam Jangkau Pasien yang tak Bisa Akses Layanan Kanker

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 09 Februari 2023
RS Siloam Jangkau Pasien yang tak Bisa Akses Layanan Kanker

RS Siloam beri akses layanan kanker (Foto: Merahputih.com/Iftinavia Pradinantia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEMAJUAN teknologi berpengaruh besar pada kemajuan dunia medis. Penanganan untuk penyakit kanker pun mengalami perubahan signifikan.

Walaupun ada kemajuan dalam penanganan kanker, masih banyak yang belum dapat mengakses atau mendapatkan layanan kanker yang layak di Indonesia karena keterbatasan finansial. Menurut data BPS Maret 2022, angka penduduk miskin perkotaan mencapai angka 7,5 persen.

Selain karena masalah finansial, ada faktor lain menjadi penyebab kurangnya akses layanan kanker di Indonesia. Misalnya, kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara reguler, rasa takut melakukan skrining, serta kurangnya tenaga ahli.

BACA JUGA:

Anak Penyintas Kanker Perlu Pendampingan dan Perawatan Khusus

Hal tersebut mendorong penyedia layanan kanker swasta, RS Siloam untuk berkontribusi lebih. RS Siloam menyadari peran dan tanggung jawab besar yang diemban dalam pelayanan kepada masyarakat luas. Dengan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan dari segi skala dan inovasi, RS Siloam berada dalam posisi strategis untuk mendukung transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

kanker

Layanan kanker untuk pasien kurang mampu. (Foto: Pixabay/diana.grytsku)

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) memiliki visi menjadi Rumah Harapan bagi semua pasien kanker. MRCCC merupakan satu-satunya pusat kanker swasta terakreditasi dan telah berkembang menjadi pusat kanker tersier rujukan yang tepercaya dan harapan dari para mitra rumah sakit dan klinik dari seluruh Indonesia. RS Siloam berupaya untuk menutup kesenjangan penanggulangan kanker dengan bersinergi bersama pemerintah, organisasi kesehatan, mitra atau rekanan, serta komunitas. Salah satunya dengan memberi layanan pemeriksaan gratis kanker.

Layanan yang diberikan tentu tidak main-main, mengingat fasilitas terbaik yang dimiliki oleh MRCCC untuk pasien kanker. MRCCC dilengkapi USG, Mamografi, MRI, PET-CT Scan serta laboratorium molekular diagnostik dan laboratorium patologi imunohistokimia. Laboratorium patologi imunohistokimia berguna untuk menegakkan diagnosis dan menentukan terapi yang tepat untuk pasien.

BACA JUGA:

Menghadapi Anggota Keluarga yang Terkena Kanker

Terapi pengobatan kanker yang tersedia di MRCCC juga cukup lengkap. Beberapa terapi yang bisa didapatkan oleh pasien adalah bedah, kemoterapi, radioterapi, serta pengobatan yang customized seperti targeted therapy dan

imunoterapi sesuai dengan hasil pemeriksaan genetik masing-masing individu. Pengobatan kanker di MRCCC ke depannya akan lebih bersifat personalized berdasarkan jenis dan mutasi gen kanker. Artinya, dua orang yang terdiagnosis kanker payudara belum tentu mendapatkan penanganan yang sama karena karakteristik sel kanker dapat berbeda.

Dalam menyukseskan perawatan kanker, Grup RS Siloam juga menggandeng mitra internasional seperti NCGM (National Center for Global Health and Medicine) dari Jepang dan SingHealth dari Singapura, menjalankan clinical trials, peningkatan kemampuan talenta medis, Good Clinical Practice (GCP), dan juga in-site training.

Di masa depan, grup RS Siloam akan terus berinvestasi dalam kemampuan medisnya dengan menambah 10 Linac (Linear Accelerator) untuk menjawab kebutuhan radioterapi di luar Jakarta dan Pulau Jawa. Upaya itu dilakukan demi mewujudkan prognosis yang lebih baik serta menyediakan perawatan yang personal dan akurat bagi setiap pasien.

“Tingginya angka kanker payudara di Indonesia merupakan dasar kami mendirikan BCCC. Kami berupaya menghadirkan layanan terjangkau bagi pasien yang mencari perawatan akan kanker payudara," ujar Ketua Breast Cancer Care Alliance (BCCA) RS MRCCC Siloam Semanggi, Dr. dr. Samuel J. Haryono, Sp.B (K) Onk.

RS Siloam

Dokter Siloam tawarkan pengobatan gratis untuk pasien (Foto: Merahputih.com/Iftinavia Pradinantia)

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Dokter Sam tersebut menerangkan bahwa BCCA menyediakan layanan komprehensif seputar penanganan kanker payudara mulai dari tim dokter multidisiplin, kedokteran nuklir, onkologi radiasi, klinik paliatif, serta tumor board discussions yang rutin diadakan mingguan oleh tim multidisiplin.

"Klinik paliatif berperan untuk memberikan pendampingan kepada pasien agar tetap aktif hidup dan bermartabat hingga akhir hidupnya, demikian pula keluarga sebagai support system untuk membahas kasus-kasus kanker, terutama kasus kanker yang sulit," tuturnya.

"Kami berharap kita semua dapat mengambil peran dan langkah untuk memastikan gap atau kesenjangan terhadap penanggulangan kanker dapat ditutup sehingga setiap individu bisa mengakses layanan kanker serta mendapatkan perawatan yang mereka butuhkan, kapan pun dan di mana pun mereka berada. Mari kita bergandeng tangan dengan mengajak kerabat, teman, keluarga, rekan kerja, serta komunitas untuk ikut bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik menuju Indonesia yang lebih sehat,” ujar dr. Edy Gunawan, Chief Operating Officer RS MRCCC Siloam Semanggi.(Avia)

BACA JUGA:

Apa Itu Pendamping Kanker?

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan