MerahPutih.com - Sebanyak 2.800 personel aparat keamanan disiagakan dalam pengamanan aksi damai solidaritas warga Rohingya di Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (8/9).
"Kami siapkan 28 SSK atau 2.800 personel untuk pengamanan," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono usai apel pengamanan kegiatan masyarakat menyikapi masalah kemanusiaan Rohingya di Lapangan Drh Soepardi, Kabupaten Magelang, Kamis (7/9).
Dia menuturkan, sebenarnya rencana aksi Borobudur tersebut sudah dibatalkan oleh pemrakarsanya. Namun, pihaknya tidak ingin underestimate, dan keamanan harus selalu siap.
Menurut dia, ada bebeberapa lokasi yang merupakan ring I pengamanan, yakni sekitar Candi Borobudur, Masjid An-Nur, dan Candi Mendut.
Condro menegaskan, di sekitar Candi Borobudur tidak boleh ada aktivitas aksi, dilakukan sterilisasi, pemeriksaan secara ketat terhadap pengunjung yang akan masuk ke Candi Borobudur. Pemeriksaan dilakukan secara gabungan dari petugas keamanan Candi Borobudur, TNI, dan Polri.
Kemudian pengamanan di ring II, yakni di luar kawasan Candi Borobudur dengan melakukan penyekatan agar tidak ada massa aksi yang masuk ke ring I.
Selain menyekat, pihaknya meminta babinkamtibmas, babinsa, kepala desa juga mendeteksi RT/RW untuk mendeteksi jangan sampai ada orang-orang yang akan berusaha mencari nama di sana sebelum dilakukan penyekatan.
"Jangan sampai orang-orang yang akan berusaha mencari nama kemudian mengunggah bahwa dia sudah beraksi di Candi Borobudur," katanya.
Kemudian pengamanan di ring III yang akan masuk wilayah Magelang juga dilakukan penyekatan.
Selain itu, kata Condro, 35 Polres di Polda Jateng, termasuk Polda DIY, juga melakukan penyekatan agar massa dari Yogyakarta tidak masuk ke Magelang.
"Saya minta seluruh anggota pengamanan lebih mengedepankan tindakan persuasif, karena aksi damai dan juga merupakan bentuk simpati dan empati kaum muslim," katanya. (*)
Sumber: ANTARA