Merahputih.com - Ribuan Jemaah asal Indonesia yang sudah menyelesaikan seluruh rangkaian perjalanan dan ibadah umrahnya bertahap kembali ke Tanah Air. Proses kepulangan sejauh ini berjalan lancar.
Sampai Sabtu (29/2) waktu Arab Saudi (WAS), sementara tercatat ada 2.698 jemaah umrah Indonesia yang kembali ke Tanah Air.
"Data ini akan terus bertambah seiring dengan jadwal kepulangan yang sudah ditentukan," kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali, Minggu (1/3).
Baca Juga
Ribuan Jemaah Umrah Jadi Korban Penutupan Penerbangan ke Arab Saudi
Menurut Endang, mereka terbagi dalam 10 penerbangan. Sembilan penerbangan pada hari Jumat, satu penerbangan Sabtu (29/2). Sebagian besar dari mereka sudah sampai di Tanah Air.
Lalu ada dua penerbangan lagi, yaitu dengan Oman Air dari Jeddah menuju Cengkareng, pukul 19.45 waktu Arab Saudi dengan 132 jemaah.
"Satu penerbangan lagi dengan Turkish Air, dari Jeddah ke Cengkareng, pukul 20.20 Waktu Arab Saudi atau 00.20 dinihari waktu Indonesia dengan membawa 42 jemaah umrah asal Indonesia," lanjutnya.
Tim KJRI Jeddah sejak kemarin terus berupaya memfasilitasi proses kepulangan WNI jemaah umrah yang dijadwalkan kembali ke Tanah Air dalam waktu dekat setelah menyelesaikan ibadah umrah.
"Tim KJRI Jeddah menyisir semua counter maskapai penerbangan untuk mengetahui WNI yang melakukan check in / berangkat melalui Bandara Jeddah, baik Terminal Haji, Saudia, maupun terminal internasional, serta melalui Bandara Madinah," jelasnya.
Sementara, sekitar 856 jemaah umrah Indonesia yang transit di sejumlah negara ketiga sudah kembali ke Indonesia. Mereka dipulangkan lebih awal karena terdampak kebijakan penangguhan sementara akses masuk ke Arab Saudi.
Baca Juga
Jemaah Umrah Dilarang Masuk Arab Saudi, Pemerintah Indonesia Diminta Jangan Diam
Sebelumnya, terhitung mulai Kamis, 27, Februari 2020 Arab Saudi melarang sementara jemaah umrah dari Indonesia. Selain itu, ada 23 negara lain yang juga dilarang sementara masuk kesana.
Diduga, alasan pelarangan tersebut karena Indonesia masuk dalam list salah satu negara dengan potensi penyebar virus mematikan Coronavirus atau Covid-19. (Knu/Pon)