Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Realisasi Investasi Jakarta Triwulan II Tahun 2026 Capai Rp 94,9 Triliun

Dwi Astarini - 2 jam, 28 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menunjukkan dominasi sebagai pusat investasi nasional. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta mencatat realisasi investasi sebesar Rp 94,9 triliun pada Triwulan II Tahun 2026. Keberhasilan itu menempatkan Jakarta di peringkat pertama nasional untuk realisasi investasi gabungan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Capaian investasi itu menjadi indikator kuat peningkatan kepercayaan dunia usaha terhadap Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Melalui berbagai kebijakan yang mendorong kemudahan berusaha, reformasi layanan publik, dan penguatan ekosistem investasi, Jakarta berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai destinasi investasi utama di Indonesia.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Heru Hermawanto mengatakan capaian investasi sebesar Rp 94,9 triliun yang berkontribusi 18,5 persen terhadap total realisasi investasi nasional semakin menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat investasi dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.

Baca juga:

Realisasi Investasi hingga Semester I Capai Rp 1.010 T, Lokasi Didominasi Luar Jawa dengan Serapan 1,4 Juta Pekerja



"Kepercayaan investor yang terus meningkat merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif," ungkap Heru dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (17/7).

Pemprov DKI menorehkan capaian impresif pada sektor investasi di paruh pertama tahun ini. Pada Triwulan II tahun 2026, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jakarta sukses menembus angka Rp 58,6 triliun. Angka itu menempatkan Jakarta di peringkat pertama nasional dengan kontribusi sebesar 23,1 persen terhadap total PMDN secara keseluruhan. Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai Rp 36,3 triliun, berada di peringkat kedua nasional dengan kontribusi 14,1 persen terhadap total PMA nasional.

Dengan capaian tersebut, akumulasi realisasi Penanaman Modal Provinsi DKI Jakarta sepanjang Semester I (Januari–Juni) pada 2026 secara total mencapai Rp 173,6 triliun. Jumlah itu bersumber dari PMDN sebesar Rp 106,5 triliun serta PMA senilai Rp 67,1 triliun.

Keberhasilan itu sekaligus mengukuhkan posisi Provinsi DKI Jakarta di peringkat teratas nasional, mengungguli kompetitor terdekatnya. Sebagai perbandingan, akumulasi realisasi Penanaman Modal Provinsi Jawa Barat pada Semester I tahun 2026 berada di angka Rp 138,1 triliun (berasal dari akumulasi Triwulan I sebesar Rp 76,8 triliun dan Triwulan II sebesar Rp 61,3 triliun).

Selisih performa sebesar Rp 35,5 triliun inilah yang memastikan Provinsi DKI Jakarta keluar sebagai magnet investasi terbesar di Indonesia pada periode Semester I tahun 2026.

"Dominasi Jakarta pada investasi domestik sekaligus kuatnya arus investasi asing menunjukkan Jakarta tetap menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha. Kombinasi ini memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing Jakarta di tingkat nasional maupun global," tegas Heru.(Asp)

Baca juga:

Investasi Aplikasi di Indonesia Capai Rp 54,18 Triliun, Ekonomi Digital Berkembang Pesat

Baca Artikel Asli