Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PSN Rp 175 Triliun di Pulau Galang Batam Bakal Dipercepat, Pekerjaan Dimulai Januari 2027

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026

MerahPutih.com - Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco Industrial Park (GESEIP) di Kecamatan Galang, Kota Batam, dengan nilai investasi keseluruhan mencapai Rp 175 triliun bakal dipercepat.

Momentum tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BP Batam dan bersama PT Galang Bumi Industri di Batam, Rabu.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, penandatanganan MoU menjadi langkah awal untuk mempercepat realisasi proyek strategis nasional tersebut, termasuk penyusunan rencana bisnis dan percepatan perizinan.

Hari ini kita sudah menandatangani MoU dalam rangka untuk percepatan program strategis nasional di Galang. Setelah MoU ini kita akan membuat satu business plan untuk memulai dengan lahan 150 hektare,

kata Fary.

Baca juga:

Hitungan Celios Dampak Kerugian Karhutla Capai Rp 123,1 Triliun, Izin Usaha Proyek PSN Perlu Dievaluasi

Pengembangan kawasan industri tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap di atas lahan seluas sekitar 851 hektare. Tahap awal akan dimulai dengan pengembangan lahan seluas 150 hektare, sebelum dilanjutkan ke tahap kedua dan ketiga.

BP Batam bersama Wiraraja Group akan berkoordinasi untuk mempercepat proses perizinan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan tersebut.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) sekaligus Presiden Direktur Wiraraja GESEIP Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan, pengembangan kawasan di Galang akan difokuskan pada hilirisasi pasir silika dan industri semikonduktor.

Yang di Galang produknya hilirisasi pasir silika sama semikonduktor. Itu padat karya dan teknologi tinggi, ini semua pihak harus mendukung,

ujarnya.

Proyek tersebut melibatkan konsorsium empat perusahaan, yakni Tynergy Technology Group, Quantum, Essence Global, dan Energy Tech.

Nilai investasi Rp175 triliun merupakan nilai keseluruhan pengembangan proyek, yang dirancang dengan dukungan infrastruktur terintegrasi, termasuk pembangkit listrik dan penyediaan air,

katanya.

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek tersebut diperkirakan dapat menyerap sekitar 20.000 hingga 30.000 tenaga kerja ketika pengembangan kawasan dan industrinya berjalan. Ia menargetkan sekitar 80 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat lokal.

Selain penyerapan tenaga kerja, pengembangan industri tersebut juga membutuhkan tenaga ahli. Di mana, sekitar 20 orang direncanakan mengikuti pelatihan di Jerman untuk mendukung kebutuhan keahlian untuk perusahaan.

Untuk tahap awal, pembangunan akan dimulai dengan pekerjaan pematangan lahan atau cut and fill. Berdasarkan perencanaan awal, pekerjaan cut and fill ditargetkan berlangsung selama satu tahun mulai Januari 2027. (*)

Baca Artikel Asli