MERAHPUTIH.COM — SERI terbaru waralaba gim global Call of Duty memicu kecaman dari keluarga korban dan kelompok masyarakat sipil di Korea Selatan. Kecaman itu muncul setelah para pemain menemukan gim tersebut memuat rekaman asli dari tragedi Halloween Itaewon pada 2022.
Game bertajuk Call of Duty: Modern Warfare 4 ini menggambarkan invasi skala penuh Korea Utara ke Korea Selatan. Pada awalnya, gim ini menarik perhatian di Korea Selatan karena penggambaran negaranya yang realistis.
Namun, sambutan tersebut berubah menjadi kecaman tajam setelah para pemain mengidentifikasi apa yang tampak sebagai rekaman asli warga yang sedang melakukan CPR selama tragedi Itaewon dalam sebuah sekuens yang menampilkan korban sipil akibat perang fiktif tersebut.
Tragedi kerumunan tersebut menewaskan lebih dari 150 orang pada 29 Oktober 2022. Kamis (29/10) ini menandai peringatan empat tahun insiden tersebut.
Baca juga:
Inggris Larang Iklan Call of Duty, Perkara Menampilkan Kekerasan Seksual sebagai Hal Sepele
Dewan yang mewakili keluarga korban dan koalisi kelompok masyarakat sipil yang mendukung mereka mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu, mengecam penggunaan rekaman tersebut dan menuntut agar bagian tersebut dihapus.
"Kami sangat terkejut bahwa pemandangan kacau dan memilukan dari para warga yang berjuang melakukan CPR untuk saling menyelamatkan, dengan para korban terbaring di jalanan yang dingin, digunakan tanpa diubah sedikit pun hanya untuk menciptakan adegan dalam sebuah gim,” tegas kelompok tersebut.
Penerbit gim tersebut, Activision, menyampaikan kepada Kantor Berita Yonhap bahwa beberapa rekaman berita asli memang dimasukkan ke sekuens sinematik pembuka untuk menyampaikan alur cerita fiktif gim tersebut. Perusahaan menegaskan tidak ada niat untuk merujuk atau meremehkan bencana Itaewon maupun tragedi dunia nyata lainnya.
Pernyataan tersebut tidak menyebutkan apakah perusahaan akan menghapus rekaman tersebut dari gim atau tidak.(dwi)
Baca juga:
Banyak Dinanti, 'Call of Duty: Black Ops 6' Umumkan Peluncuran versi Beta