Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 3 menit lalu
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal

Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja.(foto: villa vie Residence)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBUAH kapal pesiar mewah dalam pelayaran keliling dunia bertahun-tahun menyatakan telah menghentikan operasinya akibat biaya bahan bakar yang melonjak sangat tinggi. Sebagai akibatnya, para penumpangnya terdampar di Kamboja.

Operator Villa Vie Odyssey yang berbasis di AS menyatakan tengah bekerja sama dengan para penumpang terkait dengan rencana penurunan dari kapal dan pengaturan tempat tinggal sementara.

Belum jelas berapa banyak orang yang berada di dalam kapal tersebut, tapi kapal sepanjang hampir 200 meter itu disebut mampu menampung hingga 650 penumpang. Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.

Baca juga:

Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal



Harga Bahan Bakar Bikin Pengeluaran Membengkak





Harga bahan bakar global telah melonjak drastis sejak perang Iran dimulai awal tahun ini. Operator kapal tersebut mengungkapkan biaya bahan bakar bulanan per kabin di beberapa wilayah Asia telah naik hingga USD 8.000 dari yang sebelumnya USD 1.800. Perusahaan menyatakan telah mengambil langkah-langkah signifikan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar, termasuk memperlambat alur perjalanan (itinerary) dan menghabiskan lebih banyak waktu di pelabuhan. Namun, langkah-langkah tersebut terbukti tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan biaya bahan bakar yang luar biasa.

"Mebebankan seluruh kenaikan biaya ini kepada para penghuni bukanlah solusi yang realistis," ujar pihak perusahaan, dikutip BBC.

Perusahaan akan menghabiskan 60 hari mendatang untuk restrukturisasi dan rekapitalisasi. Meskipun demikian, tidak ada hasil yang dijamin.

Baca juga:

MV Hondius, Kapal Pesiar yang Diserang Wabah Hantavirus, Menuju Kepulauan Canary



Pelayaran 3,5 Tahun, 150 Negara




Pelayaran Villa Vie Odyssey sebelumnya diperkirakan akan memakan waktu 3,5 tahun dan mengelilingi hampir 150 negara. Keberangkatannya sempat mengalami penundaan karena kapal harus menjalani perbaikan. Hal itu membuat para penumpang terdampar di Belfast selama berbulan-bulan dan merugikan perusahaan. Kapal tersebut telah menjalani lebih dari 750 hari dalam pelayaran keliling dunia mereka sebelum mengumumkan penghentian perjalanan pada Selasa (27/10). Kini, para penumpangnya terdampar di Kamboja.

Bloomberg, mengutip pendiri operator kapal pesiar tersebut, melaporkan ada sekitar 200 penumpang di atas kapal ketika mereka diperintahkan untuk turun di Kamboja.

Villa Vie Odyssey dilengkapi beberapa bar dan restoran, dek kolam renang, serta lapangan pickleball. Kepemilikan hunian permanen di kabinnya berkisar USD 120.000 hingga USD 440.000. Kabin-kabin ini juga tersedia untuk disewa mulai dari USD 3.500 per bulan.

Tahun lalu, perusahaan tersebut meluncurkan program hunian seumur hidup bagi orang-orang yang ingin menghabiskan masa pensiun mereka di laut.

Pada 2024, beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump memenangi masa jabatan keduanya, Villa Vie Residences mengumumkan paket ‘Skip Forward’ berdurasi empat tahun. CEO perusahaan saat itu memberi tahu Fox Business bahwa itu merupakan produk yang sempurna bagi mereka yang mengatakan akan meninggalkan negara jika 'XYZ' memenangi pemilu.(dwi)

Baca juga:

Selamatkan Putrinya yang Jatuh ke Laut, Seorang Ayah Melompat dari Kapal Pesiar Disney Dream

#Travel #Wisata #Kapal Pesiar
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - 1 jam, 3 menit lalu
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Bagikan