Bahlil Ungkap Progres Proyek Blok Masela, Siap Masuk Tahap Konstruksi

Soffi AmiraSoffi Amira - Selasa, 31 Maret 2026
Bahlil Ungkap Progres Proyek Blok Masela, Siap Masuk Tahap Konstruksi

Arsip - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. MP/Didik Setiawan.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah mendorong Jepang untuk mempercepat pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela, Maluku.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam pertemuan dengan para pengusaha Jepang pada Indonesia–Japan Business Forum di Tokyo, Senin (30/3).

Blok Masela merupakan Proyek Strategi Nasional (PSN) yang dikelola oleh perusahaan energi asal Jepang, Inpex Masela Ltd, dan ditargetkan mulai berproduksi (onstream) pada 2029.

Pemerintah telah menyepakati skema pengembangan proyek ini dengan nilai investasi mencapai USD 20,9 miliar.

Baca juga:

Presiden Prabowo dan PM Jepang Sanae Siap Jadi Moderator Perdamaian

Menurut Bahlil, Prabowo mengarahkan agar kedua negara mempercepat realisasi proyek yang telah lama tertunda.

"Atas arahan Bapak Presiden Prabowo, saya ditugaskan untuk melakukan dua hal kunjungan di Jepang. Pertama adalah memastikan percepatan tentang investasi di transisi energi, yang kedua adalah menyangkut impact Blok Masela," ujar Bahlil.

Menurutnya, percepatan realisasi proyek Masela perlu dilakukan karena selama ini tertunda akibat tahap pembahasan yang alot, termasuk pembahasan mengenai skema fasilitas gas alam cair (LNG) di blok tersebut apakah akan dilakukan secara terapung (offshore) atau di darat.

Namun, setelah dilakukan pertemuan intensif sepanjang 2025, proyek tersebut kini menunjukkan kemajuan signifikan.

Baca juga:

Cek Stok BBM di SPBU di Karanganyar, Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Energi di Tengah Konflik Timur Tengah

"Alhamdulillah sudah selesai total project-nya USD 20,9 miliar karena dia tambah CCS (teknologi penangkapan karbon) USD 1 miliar di POD-nya (rencana pengembangan lapangannya)," jelasnya.

Bahlil menekankan, pemerintah kini fokus mempercepat realisasi proyek agar dapat segera masuk tahap konstruksi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional, khususnya di sektor minyak dan gas.

Lapangan Gas Abadi di Blok Masela merupakan salah satu proyek gas laut dalam terbesar di Indonesia, dengan estimasi cadangan mencapai 18,54 triliun standar kaki kubik (TSCF).

Jika beroperasi, maka produksi gasnya diproyeksikan mencapai sekitar 1.200 MMSCFD dan dapat memenuhi kebutuhan gas domestik.

Baca juga:

Prabowo Teken Kerja Sama Rp 370 Triliun dengan Jepang, Fokus Transformasi Ekonomi

"Kenapa ini harus dipercepat, karena ini penghasil migas salah satu yang besar, 1.200 MMSCFD. Kalau ini mampu kita lakukan maka ketahanan energi kita di sektor migas itu akan semakin kuat," terang Bahlil.

Lebih lanjut, Bahlil proyek ini berjalan sesuai rencana, Indonesia bisa menjadi pemain gas terbesar di dunia. Hal yang harus diupayakan di tengah kondisi geopolitik yang tak menentu.

Selain penguatan sektor migas, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan energi non-fosil sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.

"Karena geopolitik ini kita gak pernah tahu kapan selesai. Jadi mau geotermal, mau air, mau matahari, mau angin, selama ada teknologi harganya efisien, kita akan dorong," tegasnya. (Asp)

#Kerja Sama Ekonomi #Bahlil Lahadalia #Proyek Strategis Nasional #Prabowo Subianto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai manuver AHY jadi sinyal instabilitas politik di koalisi Prabowo.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Adi Prayitno Baca Gejala Sinyal Keretakan di Koalisi Prabowo
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Baznas Bantah Biayai Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Pakai Dana ZIS
Baznas RI menegaskan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tidak digunakan dalam penerbitan buku Islam Ala Prabowo.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Baznas Bantah Biayai Penerbitan Buku Islam Ala Prabowo Pakai Dana ZIS
Indonesia
Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI
Presiden Prabowo Subianto minta seluruh WNI memiliki rekening baru melalui BRI dan BSI.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI
Indonesia
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Presiden Prabowo Subianto di EEF 2026 mengaitkan pepatah Rusia Odin v pole ne voin dengan filosofi gotong royong Indonesia.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
Filosofi Rusia-Indonesia Bertemu di Pidato Prabowo: Gotong Royong = Odin v Pole ne Voin
Indonesia
Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi di Indonesia ke Perusahaan Rusia
Presiden Prabowo Subianto mengundang perusahaan Rusia berinvestasi di 138 blok eksplorasi energi Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi di Indonesia ke Perusahaan Rusia
Indonesia
'Maksi Bareng' di Vladivostok, Prabowo Minta Maaf ke Putin Absen Saat Perayaan Hari Nasional Rusia
Presiden Putin menyambut hangat kehadiran Prabowo sebagai tamu kehormatan utama di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
'Maksi Bareng' di Vladivostok, Prabowo Minta Maaf ke Putin Absen Saat Perayaan Hari Nasional Rusia
Indonesia
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rumah Layak Huni dan Terjangkau
Presiden RI, Prabowo Subianto, memanggil sejumlah menteri ke Hambalang. Hal itu membahas rumah layak huni bagi masyarakat.
Soffi Amira - Selasa, 01 September 2026
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri ke Hambalang, Bahas Rumah Layak Huni dan Terjangkau
Indonesia
Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan Timor Leste Lebih Kecil dari Bogor Punya 28 Menteri
Presiden Prabowo menanggapi kritik kabinet gemuk membandingkan dengan Timor Leste yang luasnya lebih kecil dari Bogor punya 28 menteri
Wisnu Cipto - Senin, 31 Agustus 2026
Jawab Kritik Kabinet Gemuk, Prabowo Bandingkan Timor Leste Lebih Kecil dari Bogor Punya 28 Menteri
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Pemerintah dikabarkan akan menutup ratusan perusahaan BUMN di akhir tahun 2026.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Demi MBG, Ratusan Perusahaan BUMN Ditutup Tahun Ini
Bagikan