MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mengenalkan Danantara Development Management Fund (DDMF). DDMF merupakan dana kedaulatan untuk membangun kapasitas bangsa dalam puluhan tahun mendatang.
“DDMF adalah instrumen yang menyiapkan, mengembangkan, dan membiayai proyek strategis jangka panjang yang penting bagi bangsa, tetapi belum dapat dibiayai dengan investasi komersial jangka pendek,” kata Prabowo dalam pidato RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Melalui DDMF, lanjut Prabowo, dana kedaulatan Indonesia akan ditanamkan secara disiplin dan profesional pada sejumlah proyek strategis.
Proyek tersebut antara lain mobil nasional, proyek motor nasional, proyek Giant Sea Wall, dan proyek-proyek transformasional lain yang dibutuhkan bangsa.
Baca juga:
IHSG Terbang Tinggi Tembus Level 6.400, Pidato Ekonomi Prabowo Bikin Bursa Efek Bergairah
Prabowo Ingin Indonesia Belajar dari Belanda
Menurut Prabowo, Indonesia harus belajar dari Belanda dalam membangun infrastruktur perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana.
Giant Sea Wall di Belanda kini melindungi jutaan penduduk Belanda dan menjadi simbol kemampuan teknologi nasional Belanda.
Prabowo mengatakan Giant Sea Wall di pantai utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura.
Selain sebagai perlindungan, proyek tersebut diharapkan menjadi infrastruktur air, jalur pertumbuhan baru, dan proyek rekayasa yang membangun kemampuan anak bangsa.
“Giant Sea Wall kita di pantai utara Jawa harus dibangun segera dan menjadi sabuk perlindungan bagi jutaan warga Pantura. Untuk menyelamatkan puluhan ribu hektare lahan yang sudah mulai tenggelam oleh naiknya air laut,” kata Prabowo.
Giant Sea Wall Diperkirakan Butuh 15-20 Tahun
Prabowo mengatakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menghasilkan terobosan-terobosan teknologi yang bisa digunakan untuk membangun Giant Sea Wall.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu 15 tahun hingga 20 tahun untuk diselesaikan.
“Ini waktu yang lama. Saya tak tahu presiden ke berapa yang akan menyelesaikan. Tapi, saya bertekad Presiden ke-Delapan (Prabowo) yang akan memulai proyek ini,” kata Prabowo.
Prabowo menilai proyek jangka panjang seperti Giant Sea Wall perlu mulai dikerjakan meski penyelesaiannya membutuhkan waktu hingga beberapa periode pemerintahan.
Baca juga:
Pidato Presiden Prabowo Subianto Pengantar RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan
Prabowo: Jangan Hanya Wariskan Dana
Prabowo mengatakan apa pun yang bermanfaat untuk rakyat harus berani dilaksanakan.
Menurutnya, pembangunan proyek strategis bukan hanya soal menyiapkan dana untuk generasi mendatang, tetapi juga membangun industri, teknologi, serta kemampuan bangsa untuk berdiri sendiri.
Kita tidak boleh hanya mewariskan dana kepada generasi berikutnya. Kita harus mewariskan industri, teknologi, perlindungan, dan keberanian untuk berdiri di atas kaki sendiri,
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Prabowo kembali menegaskan pentingnya keberanian memulai proyek yang menyangkut kepentingan masyarakat, khususnya warga di kawasan Pantura.
"Apa pun kita harus berani mulai. Ini menyangkut hajat hidup rakyat kita yang ada di Pantura. Masa depan industri kita juga dipertaruhkan,” tandasnya. (Pon)