Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Program Bersama Sahabat-Umi Bangkit, Dorong Pelaku Usaha Bertahan di Tengah Pandemi

Andika Pratama - Rabu, 01 September 2021

MerahPutih.com - Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Kementerian Keuangan meluncurkan kampanye “Bersama Sahabat-UMi Bangkit” untuk mendorong peningkatan ekosistem pinjaman para pelaku usaha khususnya segmen usaha Ultra Mikro (UMi).

Peluncuran program ini dilakukan untuk mendorong pelaku usaha kecil, menengah, dan mikro agar bisa tetap bertahan di masa pandemi. Di masa pandemi ini, hampir 50 persen pelaku usaha UMKM terpaksa menutup usaha karena tergerusnya modal usaha yang tidak dibarengi dengan kenaikan permintaan.

Baca Juga

UMKM Kesulitan Dapat Kontainer Ekspor

“Pusat Investasi Pemerintah selama ini telah banyak membantu usaha Ultra Mikro di seluruh Indonesia dalam hal pinjaman agar mereka bisa terus menjalankan usaha. Selain dukungan pinjaman, Pusat Investasi Pemerintah juga memberikan bantuan lain seperti pelatihan dan pendampingan dalam hal pemasaran, keuangan, masalah legal, digitalisasi, dan lain- lain,” kata Direktur Sistem Manajemen Investasi Ditjen Perbendaharaan, Ludiro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/9).

Ia juga menyatakan program-program yang dilakukan Pusat Investasi Pemerintah diharapkan bisa lebih berdaya guna dan mendukung percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional seperti tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 23/2020.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah | Foto: Istimewa
Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah, Ririn Kadariyah | Foto: Istimewa

Sementara itu, Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP), Ririn Kadariyah menjelaskan, Bersama Sahabat-UMi Bangkit bertujuan memperkuat Ekosistem UMi di Jawa dan Maluku Utara sebagai percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

Penguatan ini dilakukan melalui kerjasama dengan beberapa pihak baik dari lingkungan Kementerian Keuangan, akademisi, pihak swasta, dan lain-lain.

"Beberapa program yang akan dilakukan antara lain program inkubasi UMi di Jawa Barat (Bandung Barat dan Majalengka) dan Jawa Timur (Malang), serta terbentuknya satu wadah untuk para pelaku usaha UMi di Maluku Utara," katanya

Inkubasi UMi di Jawa Barat dilakukan dengan menggandeng Pusat Inkubator Bisnis Oorange Universitas Padjajaran. Kegiatan pendampingan dilakukan terhadap 35 debitur UMi di Kabupatan Bandung Barat dan Majalengka.

Mereka diberikan pelatihan dalam hal peningkatan pengetahuan, perbaikan kualitas produk, legalitas produk, dan peningkatan pengetahuan digital.

Sementara, inkubasi UMi di Jawa Timur dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB). Pendampingan dan pelatihan oleh BIIW-UB dilakukan di kota Malang dan difokuskan pada dua hal yaitu pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan.

Sedangkan, inkubasi UMi di Jawa Timur dilakukan melalui kerjasama dengan Badan Inovasi dan Inkubator Wirausaha Universitas Brawijaya (BIIW-UB). Pendampingan dan pelatihan oleh BIIW-UB dilakukan di kota Malang dan difokuskan pada dua hal yaitu pengelolaan pemasaran digital dan pembukuan keuangan.

“Melalui kampanye “Bersama Sahabat-UMi Bangkit” ini kami ingin meneruskanhasil positif kinerja Pusat Investasi Pemerintah pada tahun sebelumnya," ujar Ririn.

Foto: Kemenkeu

Ia mengatakan, pinjaman UMi di sediakan maksimal Rp 20 Juta dan disalurkan oleh lembaga keuangan bukan bank. Ia mengatakan, program UMi tersebut merupakan program pemerintah sebagai pelengkap dari program pemerintah yang sebelumnya, yaitu Kredit Usaha Rakyat.

“Sampai saat ini sudah terdapat kurang lebih 50 lembaga keuangan bukan bank yang bekerjasama dengan kami untuk menyalurkan UMi,” katanya.

Ia berharap dengan program Bersama Sahabat – UMi Bangkit pihaknya menginginkan dan meneruskan hasil positif kinerja Pusat Investasi Pemerintah pada tahun sebelumnya, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata kami dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Agar semakin banyak pelaku usaha mikro yang naik kelas sehingga membawa manfaat bagi mereka secara pribadi, keluarga, maupun lingkungannya,” pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

Kemenko Perekonomian-OJK Bahas Opsi Perpanjangan Restrukturisasi Kredit UMKM

Baca Artikel Asli