Presiden Trump Ancam Setop Bantuan ke Palestina

Kamis, 04 Januari 2018 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman Amerika Serikat akan menghentikan bantuan kepada Palestina. Trump menuding Palestina tidak lagi bersedia merundingkan perdamaian dengan Israel.

Trump mengatakan bahwa Washington memberi warga Palestina "ratusan juta dolar" setahun dan tidak mendapat penghargaan atau penghormatan karena tidak ingin merundingkan perjanjian perdamaian dengan Israel.

"Jika orang Palestina tidak lagi mau merundingkan perdamaian, mengapa kita harus memberikan dana masa depan, yang besar itu, kepada mereka?" katanya dalam kicauan di Twitter pada Selasa (2/1) waktu setempat.

Kicauan Presiden itu menyusul rencana, yang diungkapkan duta besarnya untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa, untuk menghentikan pendanaan badan PBB, yang memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina.

"Presiden pada dasarnya mengatakan bahwa dia tidak ingin memberikan dana tambahan, atau menghentikan pendanaan, sampai Palestina setuju untuk kembali ke meja perundingan," kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley kepada wartawan saat ditanya mengenai pendanaan Amerika Serikat di masa depan untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk pengungsi Palestina.

Amerika Serikat adalah donor terbesar untuk badan tersebut, dengan janji komitmen sebesar hampir US$ 370 juta pada tahun 2016, menurut laman UNRWA.

Hubungan Palestina dengan Washington memburuk awal bulan lalu setelah Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang memicu kemarahan di seluruh dunia Arab dan kekhawatiran di antara sekutu Barat Washington.

Beberapa minggu kemudian, lebih dari 120 negara menentang Trump dan mendukung sebuah resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan agar Amerika Serikat membatalkan keputusannya atas status Yerusalem.

"Orang-orang Palestina sekarang harus menunjukkan kepada dunia bahwa mereka ingin datang ke meja perundingan. Sampai sekarang, mereka tidak berunding tapi mereka meminta bantuan. Kami tidak memberikan bantuan, kami akan pastikan mereka datang ke meja perundingan dan kami ingin maju dengan proses perdamaian," katanya.

Sebelumnya, Parlemen Israel mengeluarkan amandemen, yang akan membuat lebih sulit baginya menyerahkan kendali atas wilayah Yerusalem dalam kesepakatan perdamaian dengan Palestina. (*)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan