MerahPutih.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan telah menutup sementara lebih dari 1.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu," kata Prabowo dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, dikutip Kamis (19/3).
Baca juga:
Langgar Standar MBG, 567 SPPG di Sumatera Dihentikan Operasinya
Evaluasi Menyeluruh SPPG
Menurut dia, langkah pembekuan ribuan SPPG ini diambil untuk memastikan standar pelayanan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan benar-benar terpenuhi sehingga program berjalan optimal dan tepat sasaran.
Namun, Prabowo menegaskan kebijakan ini bukan penghentian program MBG, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap SPPG.
"Yang sudah di-suspend, 1.030 (SPPG). Dan yang kita lakukan sekarang adalah sertifikasi. Jadi kalau dapur kamu mau survive lebih dari berapa bulan, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau gak beres ditutup," imbuhnya.
Baca juga:
Viral di Medsos, 62 SPPG Ditutup Tersandung Menu MBG Ramadan
Mekanisme Pengawasan Publik
Kepala Negara menambahkan pemerintah juga membuka mekanisme pengawasan publik. Kepala sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar diberi akses untuk memantau dan melaporkan pelaksanaan program.
“Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain,” tutur Prabowo, dikutip Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya transparansi dan meninggalkan budaya laporan yang hanya menampilkan hal-hal positif.
Baca juga:
400 SPPG Kena Kartu Merah dari BGN, 47 Gara-Gara Polemik Menu Ramadan
Hingga kini proses evaluasi masih berlangsung dan jumlah SPPG yang dibekukan masih mungkin bertambah. "Saya langsung cek. Panggil Kepala BGN dan saya terus cross-check," tandasnya. (*)