MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus tepat sasaran sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Menurut pria yang akrab disapa Cak Imin itu, penyempurnaan tata kelola program MBG yang tengah dilakukan pemerintah menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat program benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6), Cak Imin mengingatkan agar pelaksanaan program MBG mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut kemudian menjadi landasan utama dalam menentukan kelompok prioritas penerima manfaat program.
Dalam pelaksanaan perbaikan manajemen MBG ini yang dikelola oleh BGN ini saya mengingatkan untuk mengacu pada Inpres 4 tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dimana daerah tertinggal, kemiskinan ekstrem, kemiskinan dan juga prioritas yang harus diutamakan dalam pemberian kepada penerima manfaat,
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar.
Melalui data yang terintegrasi tersebut, pemerintah diharapkan mampu memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang paling membutuhkan.
Baca juga:
Anggaran Dipangkas Jadi Rp 268 Triliun, Ini Strategi Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Selaras dengan Program Penghapusan Kemiskinan
Selain DTSEN, Cak Imin juga menekankan pentingnya sinkronisasi program MBG dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.
Menurutnya, terdapat dua aspek utama yang harus menjadi perhatian dalam implementasi program MBG.
Pertama, penerima manfaat harus diprioritaskan kepada masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kedua, program MBG harus menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang melibatkan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan dalam bentuk bantuan konsumsi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.
MBG Diharapkan Ciptakan Pelaku Usaha Baru
Cak Imin optimistis perbaikan tata kelola yang dilakukan pemerintah akan semakin memperkuat keberhasilan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Ia menilai kombinasi antara tata kelola yang baik, arah kebijakan yang jelas, dan dukungan lintas kementerian akan menjadi fondasi penting dalam menjalankan program secara optimal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembangunan ekosistem ekonomi masyarakat harus menjadi salah satu fokus utama dalam pelaksanaan MBG.
“Salah satu ekosistem yang paling terbentuk adalah bagaimana menumbuhkan pelaku usaha baru, sekaligus menstabilkan harga sehingga diketahui untung dari proses MBG,” katanya.
Program MBG diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi daerah melalui keterlibatan petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga wirausaha baru yang masuk dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan.
Baca juga:
Mensesneg: Anggaran MBG Bukan Dipangkas, Kebutuhan Program Sedang Dihitung Ulang
Optimistis Program MBG Berjalan Sukses
Cak Imin menyatakan keyakinannya bahwa program MBG dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat apabila tata kelola terus diperbaiki.
“Saya yakin benar ini akan sukses Pak Menko, dan Pak Menko akan semakin semangat, dan saya juga akan semangat dengan sungguh-sungguh membantu perlaksanaan MBG,” ungkapnya.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, serta Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Pon)