MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas penanganan dampak bencana erupsi Gunung Anak Krakatau, penanggulangan bencana gempa di NTT, dan penanganan karhutla dengan sejumlah kepala daerah melalui sambungan video-conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9).
Rapat terbatas itu, yang juga dihadiri sejumlah menteri dan pimpinan lembaga, berlangsung Senin (7/9) siang. Dan rapat terbatas itu akan disiarkan secara terbuka.
Dalam rapat ini, Presiden mempersilahkan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana bicara lebih dulu untuk melaporkan Karhutla. Presiden meminta Kepala BNPB melakukan pemaparan dan meminta data terutama terkait jumlah oknum yang sengaja membakar dan mengubah dengan cepat kawasan terbakar ditamani sawit.
Baca juga:
Termasuk Indonesia, Ini 5 Negara Paling Rawan Bencana di Dunia
Sebelumnya, Presiden telah memerintahkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI, Polri, pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memantau perkembangan situasi terutama Erupsi Gunung Anak Krakatau.