Prabowo Perintahkan Seluruh Kekuatan Nasional Dikerahkan Tangani Bencana Alam di Sumatra yang Tewaskan Ratusan Orang

Minggu, 30 November 2025 - Frengky Aruan

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan bencana alam di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar) melibatkan seluruh kekuatan nasional. Hal ini diutarakan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.

“Mengerahkan evakuasi, mengerahkan logistik, perlindungan pengungsi, kemudian mengerahkan tenaga kesehatan, memulihkan infrastruktur, transportasi, komunikasi, juga kawal di lapangan," ujar Pratikno saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di Bandar Udara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara, Minggu (30/11).

Pratikno mengatakan pemerintah telah menyalurkan bantuan hingga pemulihan komunikasi di wilayah terdampak di Aceh, Sumut hingga Sumbar. Di beberapa titik bantuannya akan terus bertambah dan akan terus didistribusikan.

“Jadi ini seluruh kekuatan nasional dikerahkan untuk mempercepat tanggap darurat dan segera memulihkan semuanya," jelasnya.

Pemerintah menyiapkan skenario rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Dia menegaskan pemerintah juga tetap akan fokus ke penanganan tanggap darurat.

Baca juga:

BNPB Ungkap Data Terbaru Bencana Alam Sumatra: 166 Meninggal di Sumut, 90 di Sumbar

"Di saat yang sama kami juga menyiapkan skenario untuk pemulihan. Rehabilitasi dan rekonstruksi. Tentu saja fokus ke tanggap darurat, tapi tahapan skenario rehabilitasi, rekonstruksi, kami siagakan," tuturnya.

Pemerintah kini tengah melakukan percepatan penyediaan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

"Kami akan dukung bagaimana resources dikerahkan. Tapi tentu saja bukan hanya pengerahan sumber daya, tapi bagaimana sinergis di lapangan," tambahnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, mencapai 303 orang hingga Sabtu (29/11) kemarin.

Kepala BNPB Suharyanto menyebut jumlah korban terbanyak berasal dari Sumatra Utara.

"Saya akan uraikan dari Sumut, korban jiwa yang kemarin 116 korban jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia. Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," kata Suharyanto.

Ia menambahkan korban meninggal di Aceh saat ini tercatat 47 orang.

"Aceh kondisinya per sekarang ada penambahan korban. Untuk pertama korban jiwa ada 47, 51 masih hilang, dan delapan luka-luka. Data ini masih akan berkembang terus," ujarnya.

Sementara di Sumatra Barat, jumlah korban bertambah setelah temuan terbaru dari Kabupaten Agam.

"Untuk Padang (Sumbar) ini meningkat. Jadi sekarang nomor dua setelah Sumut, ini korban jiwa ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka," jelasnya. (Knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan