Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
Banjir Bandang di Sumatra Barat. (Foto: dok. BNPB)
MerahPutih.com - Jumlah korban jiwa bencana Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh terus bertambah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mencatat jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.189 jiwa berdasarkan pemutakhiran data hingg Rabu (14/1).
"Dengan rincian 550 jiwa di Aceh, 375 jiwa di Sumatera Utara, 231 jiwa di Sumatera Barat," kata Abdul Muhari dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (14/1).
Sementara itu, masih ada 33 jiwa lainnya masih dalam proses identifikasi. Bencana ini juga mengakibatkan 141 orang hilang dan memaksa 195.542 jiwa mengungsi.
Baca juga:
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi mencapai 67.876 jiwa. Untuk mempercepat langkah pemulihan, pemerintah telah menetapkan status darurat di berbagai daerah.
"Perpanjangan status tanggap darurat dilakukan di enam daerah di Provinsi Aceh serta transisi darurat di puluhan kabupaten/kota lainnya di ketiga provinsi terdampak," jelasnya
BNPB juga mempercepat pembangunan rumah hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana banjir dan tanah longsor itu.
Pada sektor permukiman, fokus utama diarahkan pada penanganan 49.296 rumah kategori Rusak Berat (RB) dengan target usulan pembangunan 27.575 unit Hunian Sementara (Huntara).
Baca juga:
Korban Bencana Sumatera Dapat Uang Kompensasi Rumah Rp 15-60 Juta, Tergantung Kerusakan
"Saat ini, sebanyak 4.280 unit Huntara sedang dalam tahap pengerjaan fisik," kata Abdul.
Abdul Muhari menyebutkan, dukungan dari Danantara menghasilkan sebanyak 200 unit hunian kepada masyarakat terdampak di sejumlah lokasi prioritas.
"Progres 100 persen juga telah tercapai di Blang Pandak, Kabupaten Pidie sebanyak 12 unit, serta di Kecamatan Pantee Bidari, Kabupaten Aceh Timur ada satu unit," tuturnya.
Sedangkan Sumatra Utara, pembangunan huntap telah mencakup 648 unit. Lalu di Sumatra Barat, pembangunan hunian sementara dipercepat di Kabupaten Padang Pariaman.
"Pemerintah mengakselerasi pembangunan Hubtara Tahap I sebanyak 34 unit yang dipusatkan di Nagari Anduring, Kecamatan Asam Pulau," ucap Abdul.
Baca juga:
Korban Bencana Sumatra Terancam Kena Campak di Pengungsian, Kemenkes: Penularannya Paling Tinggi
Pembangunan tersebut mencakup 9 unit tipe couple sebanyak 18 unit hunian, lalu 3 unit tipe barak ada 15 unit hunian, serta satu unit hunian single.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) yang hingga kini telah disalurkan kepada 1.950 keluarga dari total 10.656 rekening yang disiapkan bagi warga terdampak.
Demi mendukung seluruh aktivitas di lapangan, distribusi logistik terus dilakukan dengan total penyaluran mencapai 1.740,39 ton atau 99,86 persen dari logistik yang masuk, melalui jalur udara, laut, dan darat. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Korban Bencana Sumatra Tembus 1.189 Orang, 195 ribu Jiwa Masih Bertahan Hidup di Tenda Pengungsian
KLH Akan Gugat Perdata 6 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera
Enam Perusahaan di Ujung Tanduk, KLH Siapkan Gugatan Triliunan Atas Tragedi Longsor Sumatra
Akses Air Bersih Warga Aceh Dikebut, Pemerintah Tambah 57 Titik Sumur Bor
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Jakarta Dikepung Hujan Ekstrem, Pasukan Biru Siaga untuk 'Perang' Lawan Genangan di 5 Wilayah DKI
11 Kecamatan di Lebak Terendam Banjir, 1 Orang Meninggal
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 7,1, BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa