MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2).
Ia mengundang Australia turut berperan dalam memperkuat sistem pendidikan Indonesia melalui peningkatan kapasitas guru dan tenaga pengajar.
"Perdana Menteri Albanese dan saya juga membahas kerja sama di bidang pendidikan dan tenaga kerja terampil," katanya.
Ia mengatakan, para guru dan para pengajar tersebut nantinya akan ditempatkan di universitas-universitas serta sekolah-sekolah baru yang tengah dibangun di Indonesia.
Baca juga:
Presiden Prabowo dan PM Australia Albanese Bakal Tandatangani Traktat Keamanan Bilateral
Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Australia melalui program Australia Awards Garuda Scholarship yang dinilai sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan tersebut.
Selain kerja sama pendidikan, pertemuan tersebut turut membahas isu tenaga kerja terampil. Ia menilai Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kompeten untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di Australia.
Indonesia mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements untuk sertifikasi profesi agar para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih luas terhadap perekonomian Australia.
"Saya mengusulkan perluasan Mutual Recognition Agreements bagi sertifikasi profesi sehingga para profesional Indonesia dapat berkontribusi lebih banyak bagi perekonomian Australia," katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan ini, di tengah padatnya jadwal kenegaraan Albanese. Dan mengucapkan permohonan maaf karena tidak dapat menyambut di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (5/2).
"Terima kasih, Perdana Menteri, sudah datang ke sini hari ini. Senang bertemu dengan Anda," ujar dia.
Albanese menegaskan Indonesia dan Australia memiliki hubungan yang semakin erat sebagai negara tetangga sekaligus sahabat.
Bagi Albanese kunjungan ini bukanlah yang pertama. Intensitas kunjungan tersebut mencerminkan kedekatan hubungan Indonesia dan Australia.