Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Polresta Solo Bakar Ribuan Uang Palsu Hampir Rp1 Miliar, Temuan di Perbankan

Dwi Astarini - Rabu, 20 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - POLRESTA Surakarta dan Bank Indonesia (BI) Solo memusnahkan sebanyak 12.270 lembar atau Rp 986.550.000 uang palsu di Polresta Surakarta, Selasa (19/5). Uang palsu yang dimusnahkan terdiri atas pecahan menyerupai Rp 100 ribu sebanyak 7.575 lembar, Rp 50 ribu sebanyak 4.528 lembar, Rp 20 ribu sebanyak 106 lembar, Rp 10 ribu sebanyak 48 lembar, Rp 5.000 sebanyak 8 lembar, dan Rp 2.000 sebanyak 5 lembar. Uang palsu yang didapat dari temuan bank itu dimusnahkan dengan disiram bensin dan dibakar.

Kapolresta Surakarta Kombes Catur Cahyono Wibowo mengatakan pemusnahan dilakukan setelah seluruh barang bukti mendapatkan penetapan resmi dari pengadilan. Ini merupakan rangkaian dari beberapa bulan hasil penyerahan dari pengelola jasa uang dan bank-bank yang ada.

“Peredaran uang palsu hingga saat ini masih menjadi perhatian bersama. Jumlahnya ada 12.270 lembar,” kata Catur, Selasa (19/5).

Ia mengatakan uang palsu ini sudah keluar penetapan dari pengadilan sehingga dilakukan pemusnahan. Ia mengingatkan masyarakat, dengan pemusnahan uang palsu ini, warga diharap semakin teliti dan waspada dalam mengenali keaslian uang rupiah. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau menerima uang yang diduga palsu agar dapat segera ditindaklanjuti pihak berwenang,” kata dia.

Baca juga:

Polres Klaten Tangkap 4 Pelaku Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi



Dia memastikan uang palsu tersebut bukan berasal dari pengungkapan kasus besar peredaran uang palsu, melainkan hasil penyortiran yang dilakukan pihak bank dan pengelola jasa keuangan saat menerima uang setoran dari masyarakat. “Jadi ini uang dari masyarakat yang masuk ke bank. Disortir yang ada dan penyerahan dari beberapa perusahaan pengelola jasa keuangan,” katanya.

Kepala BI Solo Dwiyanto Sumirat mengatakan pemberantasan peredaran uang palsu di tengah masyarakat terus digencarkan. “Dengan pemusnahan uang palsu ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah,” kata Dwiyanto.

Dia mengakui masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk melaporkan apabila menerima uang yang diduga palsu. Hal tersebut merupakan langkah positif dalam membantu penanganan dan pencegahan tindak pidana peredaran uang palsu.

“Edukasi kepada masyarakat terkait keaslian uang rupiah melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan literasi terus kita gencarkan,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Modus Belanja di Warung, 2 Perempuan di Prambanan Ketahuan Edarkan Uang Palsu



Baca Artikel Asli