MerahPutih.com - Kapolres Jayawijaya, Provinsi Papua AKBP Yan Pieter Reba mengatakan sudah dua kali perusahaan pengiriman barang "Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)" meloloskan pengiriman sabu-sabu dari Makassar ke Jayawijaya. Kini hal tersebut menjadi perhatian kepolisian.
"Perlu segera dilakukan pertemuan dengan pihak JNE Wamena. Sebab diduga ada keterlibatan oknum petugas sehingga dua kali berturut-turut bisa melakukan pengiriman sabu tanpa terdeteksi hingga tiba di Wamena dan diamankan oleh Polisi," ucapnya di Wamena, Sabtu.
Pieter mengaku segera memanggil penyedia jasa pengiriman barang JNE Wamena. Menurut Pieter, berbagai barang yang hendak dikirim melalui jasa JNE harus diteliti agar tidak memberikan keleluasaan bagi pengedar dan pengguna narkoba untuk menyeludupkan barang terlarang itu.
"Para pengguna sabu ini kebanyakan dari Sulawesi Selatan dan dari dua tersagka yang telah kita tangkap, ternyata mereka mendatangka barang itu lewat tempat yang sama. Yaitu JNE dan saya sudah minta mereka datang untuk membuat peryataan terlebih dahulu," katanya.
Dia menegaskan bahwa minggu depan sudah dilakukan pertemuan dengan pihak JNE. Sebab apabila dibiarkan, besar kemungkinan bisa saja terjadi pengiriman senjata api dan amunisi ilegal melalui jasa tersebut. “Dan kalau memang ada keterlibatan orang dalam, secara kasar izin operasi JNE di Wamena akan saya cabut berdasarkan kekuasaan kepolisian," katanya.
Pieter mengatkan akan berkoordinasi juga dengan pemerintah daerah malalui instansi terkait agar ikut mengawasi jasa-jasa pengiriman barang di Jayawijaya. "Kalau pemerintah daerah tidak mengambil ketegasan, saya akan mengambil ketegasan atas nama kepolisian dan siapapun yang mem'beckup' ini mereka mungkin bagian yang terlibat dalam pengiriman narkoba," ujarnya. (*)
Sumber: Antara