MerahPutih.com - Israel memastikan tidak menetapkan kerangka waktu untuk mengakhiri pertempuran di Gaza. Mereka beralasan akan terus menggempur wilayah kantong Palestina dengan serangan udara selama militan Hamas melancarkan serangan roket lintas perbatasan.
"Kami tidak menghitung waktu. Kami ingin mencapai tujuan operasi. Operasi sebelumnya berlangsung lama jadi tidak mungkin menetapkan jangka waktu," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dilaporkan oleh media Israel dari sesi tanya jawab tertutup, dilansir dari Antara, Kamis (20/5).
Baca Juga:
Rudal Israel Dibalas 1.750 Roket Hamas, Maskapai Dunia Kompak Tutup Penerbangan
Israel mengklaim telah mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi bangunan yang akan ditembaki dan hanya menyerang apa yang dianggap sebagai target militer, yakni kelompok Hamas. "Kami mencoba menargetkan mereka yang menargetkan kami. Dengan ketelitian tinggi," ujar Netanyahu.
Upaya diplomatik regional dan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengamankan gencatan senjata telah meningkat tetapi sejauh ini masih gagal. Pertempuran yang berlangsung lebih dari sepekan ini telah memakan banyak korban jiwa.
Pejabat medis Palestina mengatakan 219 orang telah tewas dalam 10 hari pemboman udara yang telah menghancurkan jalan, bangunan dan infrastruktur lainnya di Gaza. Sebaliknya, otoritas Israel menyebutkan korban tewas sebanyak 12 orang dari pihak mereka.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel Hancurkan Gedung Al Jazeera dan AP di Gaza
Dalam serangan selama 25 menit semalam, Israel membombardir terowongan di Jalur Gaza selatan yang diklaim intelijen mereka digunakan Hamas, kelompok Islam yang memerintah Gaza.
Militer Israel mengaku sekitar 50 roket ditembakkan dari daerah kantong Hamas itu. Puluhan roket itu menghantam kota pesisir Ashdod, selatan Tel Aviv, dan di daerah-daerah yang lebih dekat dengan perbatasan Gaza. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan akibat serangan dari pihak Israel.
Sebaliknya, hampir 450 bangunan di Gaza yang berpenduduk padat telah hancur atau rusak parah, termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan utama akibat balasan Israel. PBB mendata lebih dari 52.000 warga Palestina telah mengungsi selama pertempuran. (*)
Baca Juga:
Konflik Palestina Meluas, Israel Balas Gempur Lebanon Selatan