PM Israel Tegaskan Serangan Udara ke Kantong Hamas di Gaza Tanpa Batas Waktu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (ANTARA FOTO/REUTERS/Francois Lenoir)
MerahPutih.com - Israel memastikan tidak menetapkan kerangka waktu untuk mengakhiri pertempuran di Gaza. Mereka beralasan akan terus menggempur wilayah kantong Palestina dengan serangan udara selama militan Hamas melancarkan serangan roket lintas perbatasan.
"Kami tidak menghitung waktu. Kami ingin mencapai tujuan operasi. Operasi sebelumnya berlangsung lama jadi tidak mungkin menetapkan jangka waktu," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dilaporkan oleh media Israel dari sesi tanya jawab tertutup, dilansir dari Antara, Kamis (20/5).
Baca Juga:
Rudal Israel Dibalas 1.750 Roket Hamas, Maskapai Dunia Kompak Tutup Penerbangan
Israel mengklaim telah mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi bangunan yang akan ditembaki dan hanya menyerang apa yang dianggap sebagai target militer, yakni kelompok Hamas. "Kami mencoba menargetkan mereka yang menargetkan kami. Dengan ketelitian tinggi," ujar Netanyahu.
Upaya diplomatik regional dan yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengamankan gencatan senjata telah meningkat tetapi sejauh ini masih gagal. Pertempuran yang berlangsung lebih dari sepekan ini telah memakan banyak korban jiwa.
Pejabat medis Palestina mengatakan 219 orang telah tewas dalam 10 hari pemboman udara yang telah menghancurkan jalan, bangunan dan infrastruktur lainnya di Gaza. Sebaliknya, otoritas Israel menyebutkan korban tewas sebanyak 12 orang dari pihak mereka.
Baca Juga:
Serangan Udara Israel Hancurkan Gedung Al Jazeera dan AP di Gaza
Dalam serangan selama 25 menit semalam, Israel membombardir terowongan di Jalur Gaza selatan yang diklaim intelijen mereka digunakan Hamas, kelompok Islam yang memerintah Gaza.
Militer Israel mengaku sekitar 50 roket ditembakkan dari daerah kantong Hamas itu. Puluhan roket itu menghantam kota pesisir Ashdod, selatan Tel Aviv, dan di daerah-daerah yang lebih dekat dengan perbatasan Gaza. Tidak ada laporan cedera atau kerusakan akibat serangan dari pihak Israel.
Sebaliknya, hampir 450 bangunan di Gaza yang berpenduduk padat telah hancur atau rusak parah, termasuk enam rumah sakit dan sembilan pusat kesehatan utama akibat balasan Israel. PBB mendata lebih dari 52.000 warga Palestina telah mengungsi selama pertempuran. (*)
Baca Juga:
Konflik Palestina Meluas, Israel Balas Gempur Lebanon Selatan
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
KPK Tetapkan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Jadi Tersangka Kasus Suap Lahan
Persija Secara Resmi Umumkan Bergabungnya Jean Mota, Eks Rekan Lionel Messi di Inter Miami
Klasemen Super League 2025/2026 Setelah Persib Bandung Kalahkan Malut United 2-0
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Cetak Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final untuk Pertama Kali Usai Tumbangkan Jepang 5-3 secara Dramatis
2 Orang Terluka, Macan Tutul Masuk Desa Maruyung Bandung Masih Berkeliaran
Seskab Teddy Buka-bukaan Alasan Indonesia Belum Bayar Iuran BoP Rp 16,8 T
Seskab Teddy Akui Status Keikutsertaan RI di Board of Peace Tidak Bersifat Tetap
Gabung BoP Opsi Paling Realistis Dukung Palestina, Prabowo Tegaskan RI Siap Cabut Jika Melenceng
Usai Bertemu Prabowo, PBNU Tegaskan Dukungan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian demi Lindungi Palestina