Konflik Palestina Meluas, Israel Balas Gempur Lebanon Selatan
Arsip - Serangan rudal Hisbullah melukai empat tentara Israel Rabu (8/1/2021), serangan terbesar terhadap pasukan Israel oleh kelompok gerilyawan Lebanon sejak perang 34 hari di tahun 2006. (REUTERS/M
MerahPutih.com - Konflik militer antara Israel dengan milisi pendukung Palestina melebar hingga ke Lebanon. Angkatan bersenjata Israel IDF melancarkan serangan artileri balasan ke Lebanon setelah Senin (17/5) kemarin, enam proyektil ditembakkan dari Lebanon ke arah Israel utara.
Proyektil-proyektil yang ditembakan gerilyawan Hizbullah Palestina itu gagal melintasi perbatasan Israel. IDF beralasan serangannya itu ditujukan ke lokasi-lokasi peluncuran proyektil di Lebanon, bukan sengaja menyerang negara tetangganya.
Baca Juga
DK PBB Akhirnya Mau Turun Tangan Konflik Israel Vs Palestina, Mulai Dibahas Minggu
Sumber di bidang keamanan Pemerintah Lebanon membenarkan peluru proyektil terdengar ditembakkan dari Lebanon selatan. Pemerintah Lebanon sendiri memastikan sedang dilakukan upaya untuk mengetahui lokasi penembakan dan siapa yang bertanggung jawab. Dikutip dari Antara, sumber yang sama mengatakan ada sekitar 22 peluru yang ditembakkan artileri Israel ke wilayah Lebanon.
Sementara itu, Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) juga menyatakan telah mendeteksi tembakan roket dari sekitar Rashaya Al Foukhar di Lebanon selatan.
"Kepala UNIFIL segera melakukan kontak dengan mitra-mitra mereka di militer Lebanon serta komando IDF untuk mendesak para pihak agar benar-benar menahan diri untuk mencegah peningkatan ketegangan. IDF sekarang telah menghentikan tembakan," tulis misi tersebut di Twitter, dikutip Selasa (18/5). "Situasi di wilayah itu sekarang tenang."
UNIFIL menambahkan sampai saat ini tidak ada laporan tentang korban atau kerusakan akibat serangan Israel ke Lebanon itu. Serangan artileri itu juga tampaknya tidak menandakan ada medan baru dalam pertempuran Israel dengan kelompok milisi di Jalur Gaza.
Serangan dari Lebanon menyebabkan sirene serangan udara Israel meraung-raung di dekat kibbutz (kompleks permukiman warga Israel) Misgav Am, di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon.
Insiden itu merupakan serangan lintas batas kedua yang terjadi dalam sepekan terakhir ini. Pada Kamis (13/5), tiga roket diluncurkan dari Lebanon menuju Israel utara namun mendarat di Laut Mediterania. Serangan itu tidak menyebabkan kerusakan atau korban jiwa.
Israel berperang pada 2006 melawan gerilyawan Hizbullah, yang memiliki pengaruh di Lebanon selatan serta akses untuk mendapatkan roket canggih. Sejak itu, perbatasan tersebut lebih tenang. Kelompok-kelompok kecil Palestina di Lebanon pada masa lalu kerap menembaki Israel secara sporadis. (*)
Baca Juga:
Rudal Israel Dibalas 1.750 Roket Hamas, Maskapai Dunia Kompak Tutup Penerbangan
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
Rumah-Rumah di Bantul Rusak Akibat Gempa M 6,4 Pagi Tadi, Warga Terluka Dilarikan ke RS
Cetak Sejarah, Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final untuk Pertama Kali Usai Tumbangkan Jepang 5-3 secara Dramatis
2 Orang Terluka, Macan Tutul Masuk Desa Maruyung Bandung Masih Berkeliaran
Seskab Teddy Buka-bukaan Alasan Indonesia Belum Bayar Iuran BoP Rp 16,8 T
Seskab Teddy Akui Status Keikutsertaan RI di Board of Peace Tidak Bersifat Tetap
Gabung BoP Opsi Paling Realistis Dukung Palestina, Prabowo Tegaskan RI Siap Cabut Jika Melenceng
Usai Bertemu Prabowo, PBNU Tegaskan Dukungan Indonesia Gabung Dewan Perdamaian demi Lindungi Palestina
Pimpinan Ormas Islam: Prabowo Siap Mundur dari Aliansi Trump dengan 1 Syarat
Istri Mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso 'Eyang Meri' Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza, Singgung Peran Board of Peace