PKS Tak Mungkin Jadi Kutu Loncat

Kamis, 02 Agustus 2018 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Pengamat Politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai ketidaknyamanan PKS dalam partai-partai oposisi merupakan sesuatu yang lazim dalam politik. PKS diyakini tidak mungkin oposisi apalagi sampai memilih abstain dari kancah perebutan kursi Presiden dan Wakil Presiden.

"Abstain tidak mungkin, sangat rugi PKS," kata dia saat dimintai keterangan, Kamis (2/8).

Lagi pula dalam UU Pemilu mengatur hal itu, Peserta pemilu yang miliki kursi di DPR dilarang bersikap Abstain.

"Ada klausul jika partai pemilik suara di pemilu 2014 tidak memajukan capres/cawapre tidak boleh ikut pemilu berikutnya," terang Ujang.

Prabowo bersama para petinggi PKS
Prabowo Subianto bersama para petinggi PKS di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan (Foto: MP/Fadhli

Menimbang langkah PKS, Dosen Universitas Al-Azhar Indonesia itu mengatakan ada dua kemungkinan yang akan diambil PKS.

Pertama, bergabung dengan kubu pemerintah atau tetap bersama gerbong Gerindra tanpa posisi Cawapres.

"Jika loncat menguntungkan Jokowi, selama ini PKS yang mendengungkan ganti presiden, kedua ketinggalan gerbong sudah gak dapet jatah," ucap Ujang.

Pilihan yang paling realistis, menurutnya adalah tetap bersama koalisi oposisi dan menerima skenario Capres/Cawapres 2019. "Realistis di Prabowo walapun tidak dapat jatah Cawapres," urainya.

Sejumlah pengamat memprediksi masuknya Partai Demokrat dalam koalisi Gerindra membuka kemungkinan skenario Prabowo-AHY diusung pada Pilpres 2019.

Terkait hal itu, PKS dan PAN yang sudah lebih dulu memepet Prabowo akan geram jika itu benar terjadi. (Fdi)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan