Penyerang Novel Sudah Lama Amati Kegiatan Targetnya
Rabu, 26 April 2017 -
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan mengungkapkan bahwa penyidik KPK Novel Baswedan menyuruh pulang anggota polisi yang mengawalnya sebelum kejadian penyiraman air keras.
"Kalau mungkin dijaga, tempo hari tentu akan bisa diantisipasi, bahkan mungkin bisa melihat. Karena anggota yang menjaga saudara Novel bersenjata," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/4).
Mantan Kapolda Jawa Barat itu menduga, pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswesan merupakan orang profesional. Iriawan curiga, pelaku telah merencanakan secara matang skema penyiraman yang dilakukannya.
"Saya katakan pasti ini digambar lama oleh pelaku dan sudah beberapa hari yang bersangkutan tidak dikawal dan memang saat kejadian tersebut Saudara Novel menyampaikan sudah beberapa hari tidak dikawal. Sehingga analisis kita ya itu akan ada ke sana (pelaku sudah menggambar aksinya)," ungkap Iriawan.
"Jadi memang sangat amat digambar dengan lama kebiasaan Saudara Novel, kegiatan sehari-harinya," sambung Iriawan.
Saat ini, pihak kepolisian sudah meminta keterangan sebanyak 16 orang saksi. Termasuk dua orang "mata elang" yang sempat diamankan karena tertangkap kamera sering duduk-duduk di sekitar kompleks tempat Novel tinggal.
"(Saksi yang dipanggil) tidak bisa menunjuk pasti. Apalagi yang dua orang kita tangkap kemarin yang akhirnya kita lepaskan kembali karena tidak ada kaitannya. Kita sudah dapat dua foto "mata elang" itu sebelum kejadian. Ternyata saya buka, segera tangkep orang ini, tapi ternyata tak ada hubungannya," beber Iriawan.
Karena setelah ditelisik, dua orang "mata elang" yang sempat diamankan itu merupakan informan polisi. Keduanya ditugasi untuk melacak dan mengumpulkan informasi mengenai kendaraan-kendaraan curian.
"Dua orang tersebut adalah berkaitan dengan salah satu cepu atau mata-mata unit ranmor (pencurian kendaraan bermotor)," tukas Iriawan.
Selain pemeriksaan saksi-saksi, polisi juga telah melakukan pemeriksaan lokasi-lokasi tempat cairan asam sulfat H2SO4 bisa dibeli.
"Ternyata tokonya banyak di Jakarta yang jual itu. Tidak bisa satu per satu," papar Iriawan. (Ayp)
Baca juga berita lain tentang Novel Baswedan dalam artikel: Perempuan Antikorupsi Desak Jokowi Bentuk TPF Kasus Novel Baswedan