Perempuan Antikorupsi Desak Jokowi Bentuk TPF Kasus Novel Baswedan
Perempuan Antikorupsi di kantor ICW. (MP/Ponco Sulaksono)
Sejumlah perempuan yang menamakan diri Perempuan Antikorupsi mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk tim pencari fakta (TPF) untuk menyelesaikan kasus teror terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.
Salah satunya datang dari peneliti hukum Indonesia Corruprion Watch (ICW) Lola Easter. Ia berpendapat, sudah dua minggu berjalan hingga saat ini belum terlihat keseriusan aparat penegak hukum untuk mengungkap teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.
"Jangan dianggap ini serangan terhadap Novel seorang, tapi ini serangan kepada KPK dan gerakan antikorupsi di Indonesia," kata Lola di kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Minggu (23/4).
Lola menilai, teror yang menimpa Novel adalah upaya pelemahan terhadap KPK. Pembentukan TPF, menurutnya, adalah jalan tengah agar penyelidikan dan penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Novel bisa lebih cepat dan mampu mengungkap aktor utama di balik upaya pelemahan KPK.
"Kalau sampai tidak ada kejelasan proses hukum terhadap penyerangan Novel, sebaiknya presiden ambil langkah tegas saja segera bentuk tim independen untuk melakukan investigasi," tegasnya.
Sementara itu, mantan pansel KPK Betti Alisjahbana mengatakan, sudah 13 hari berselang kasus penyerangan terhadap Novel belum menunjukkan perkembangan yang berarti. Menurutnya, sudah saatnya pemerintah membentuk tim independen, untuk memperkuat penyelidikan ini.
"Ambil tenaga-tenaga terbaik, saya melihat ini sebagai teror dan harus diperlakukan sebagai sebuah teror. Jadi kita sendiri melihat sudah berulang kali ini terjadi dan berujung pada kita tidak tahu siapa dalangnya," tukasnya.
Betti pun menilai, jika kasus ini tidak segera diselesaikan oleh pemerintah, maka akan menjadi preseden buruk terhadap upaya pemberantasan korupsi yang selama ini digaungkan oleh Presiden Jokowi.
"Saya pikir kalau ini dibiarkan, ini akan menjadi suatu pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi. Jadi suatu yang sangat penting bagi presiden untuk menunjukkan bahwa cara penyelidikan ini dilakukan dengan kredibel oleh orang-orang terbaik," pungkasnya. (Pon)
Berita lain tentang penyerangan terhadap Novel Baswedan baca juga: Kondisi Mata Kiri Novel Baswedan Sudah Membaik
Bagikan
Berita Terkait
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan di Kejari Hulu Sungai Utara, 15 Saksi Diperiksa
Lakukan Tes Urin, Tahanan KPK Bebas Narkoba
Formappi Tagih KPK Tahan Dua Anggota DPR dalam Kasus CSR BI-OJK
Penyidikan Kasus Tambang Konawe Utara Dihentikan, KPK Ungkap Alasannya
KPK SP3 Kasus Timah, Legislator: Sudah Prosedural, tetapi Publik Perlu Penjelasan
KPK Hentikan Kasus Tambang Konawe Utara, MAKI Siap Gugat Praperadilan dan Minta Kejagung Ambil Alih
60 Laporan Harta Kekayaan Pejabat Terindikasi Dari Korupsi
Grup WA 'Mas Menteri Core' Bakal Dibongkar! Nadiem Makarim Siap Buka-bukaan Chat Rahasia di Persidangan
KPK Geledah Kantor Bupati Bekasi, Sita 49 Dokumen dan 5 Barang Bukti Elektronik
Kejaksaan Ingin Bersih-Bersih, Minta Masyrakat Laporkan Jaksa Bermasalah