Penyerang Novel Sudah Lama Amati Kegiatan Targetnya
Lokasi penyerangan dengan air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan di Jalan Deposito T, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4). (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M Iriawan mengungkapkan bahwa penyidik KPK Novel Baswedan menyuruh pulang anggota polisi yang mengawalnya sebelum kejadian penyiraman air keras.
"Kalau mungkin dijaga, tempo hari tentu akan bisa diantisipasi, bahkan mungkin bisa melihat. Karena anggota yang menjaga saudara Novel bersenjata," ujar Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (26/4).
Mantan Kapolda Jawa Barat itu menduga, pelaku penyiraman air keras ke Novel Baswesan merupakan orang profesional. Iriawan curiga, pelaku telah merencanakan secara matang skema penyiraman yang dilakukannya.
"Saya katakan pasti ini digambar lama oleh pelaku dan sudah beberapa hari yang bersangkutan tidak dikawal dan memang saat kejadian tersebut Saudara Novel menyampaikan sudah beberapa hari tidak dikawal. Sehingga analisis kita ya itu akan ada ke sana (pelaku sudah menggambar aksinya)," ungkap Iriawan.
"Jadi memang sangat amat digambar dengan lama kebiasaan Saudara Novel, kegiatan sehari-harinya," sambung Iriawan.
Saat ini, pihak kepolisian sudah meminta keterangan sebanyak 16 orang saksi. Termasuk dua orang "mata elang" yang sempat diamankan karena tertangkap kamera sering duduk-duduk di sekitar kompleks tempat Novel tinggal.
"(Saksi yang dipanggil) tidak bisa menunjuk pasti. Apalagi yang dua orang kita tangkap kemarin yang akhirnya kita lepaskan kembali karena tidak ada kaitannya. Kita sudah dapat dua foto "mata elang" itu sebelum kejadian. Ternyata saya buka, segera tangkep orang ini, tapi ternyata tak ada hubungannya," beber Iriawan.
Karena setelah ditelisik, dua orang "mata elang" yang sempat diamankan itu merupakan informan polisi. Keduanya ditugasi untuk melacak dan mengumpulkan informasi mengenai kendaraan-kendaraan curian.
"Dua orang tersebut adalah berkaitan dengan salah satu cepu atau mata-mata unit ranmor (pencurian kendaraan bermotor)," tukas Iriawan.
Selain pemeriksaan saksi-saksi, polisi juga telah melakukan pemeriksaan lokasi-lokasi tempat cairan asam sulfat H2SO4 bisa dibeli.
"Ternyata tokonya banyak di Jakarta yang jual itu. Tidak bisa satu per satu," papar Iriawan. (Ayp)
Baca juga berita lain tentang Novel Baswedan dalam artikel: Perempuan Antikorupsi Desak Jokowi Bentuk TPF Kasus Novel Baswedan
Bagikan
Berita Terkait
Premanisme di Jakarta Masih Marak, 250 Kasus Terungkap Sepanjang 2025
Polda Metro Ungkap Lonjakan Kendaraan di 2025, Berdampak Besar ke Kemacetan Jakarta
Polda Metro Jaya Ungkap 7.426 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Hampir 10 Ribu Tersangka Ditangkap
Polda Metro Jaya Minta Warga Pakai Transportasi Umum Saat Perayaan Pergantian Tahun
Roy Suryo Cs Kecele! Gelar Perkara Khusus Ijazah Jokowi Gagal Total Hapus Status Tersangka
Gelar Perkara Khusus Kasus Dugaan Ijazah Palsu, Kubu Jokowi Minta Tersangka Segera Disidang
Polda Metro Bangga 3 Polwan Mereka Bawa Pulang Medali SEA Games
Pengaduan Dugaan Penipuan WO Capai 207, Posko Laporan Terus Dibuka
Polda Metro Terima Aduan Roy Suryo, Gelar Perkara Khusus atas Kasus Hoax Ijazah Jokowi
Polisi Duga Ada Pelaku Lain yang Terlibat dalam Penculikan dan Pembunuhan Alvaro