MerahPutih.com - Penanganan pandemi COVID-19 di tanah air diklaim berada di trek yang benar.
Koordinator Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia memperlihatkan perkembangan signifikan ke arah lebih baik dibandingkan tahun 2021 lalu.
Baca Juga:
Penambahan Kasus Harian COVID-19 Turun Drastis pada 18 Agustus
"Indonesia terus menunjukkan perbaikan dalam jumlah kasus dan penanganan COVID-19 hingga saat ini," kata Wiku, Kamis (18/8).
Wiku menjelaskan bahwa hal itu dapat terlihat dari perbandingan kondisi 17 Agustus 2021 dengan 17 Agustus 2022 dengan terjadi penurunan kasus positif harian sebesar 53 persen dibandingkan 2021 lalu.
Pada tahun ini terdapat sekitar 5 ribu kasus harian, jauh lebih rendah dibandingkan 11 ribu kasus per hari pada 2021.
Selain itu, terjadi juga penurunan drastis kasus kematian sebesar 91 persen dibandingkan tahun 2021 lalu.
Pada tahun ini, terdapat sekitar 19 kasus kematian per hari dibandingkan 220 kematian harian pada 2021.
Sementara itu, persentase kasus aktif per 17 Agustus 2022 adalah 0,84 persen dengan 53.132 kasus aktif dibandingkan 9,21 persen dengan 358.357 kasus aktif pada tahun sebelumnya.
Untuk persentase kasus kesembuhan mencapai 96,66 persen pada 17 Agustus 2022. Angka ini meningkat dibandingkan 87,71 persen dalam periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA] Vaksin COVID-19 Diberikan Setiap 6 Bulan Sekali
Untuk tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit secara nasional pada 2021 mencapai 39,63 persen dan turun menjadi 6,44 persen pada tahun ini.
Untuk pengambilan keputusan, Wiku menuturkan Indonesia mengedepankan prinsip kehati-hatian dan selalu berbasis data.
“Prinsip kehati-hatian dan selalu berbasis data akan dibuat pemerintah di dalam kebijakan penting terkait COVID-19,” ucapnya.
Oleh karena itu, Wiku mengimbau masyarakat untuk selalu memantau perkembangan kebijakan terkait COVID-19 dari pemerintah.
Sementara itu, berikut 'lima besar' penambahan kasus baru COVID-19 di sejumlah daerah, Kamis (18/8).
1. DKI Jakarta sebanyak 2.060 kasus baru
2. Jawa Barat sebanyak 676 kasus baru
3. Banten sebanyak 472 kasus baru
4. Jawa Timur sebanyak 259 kasus baru
5. Jawa Tengah sebanyak 145 kasus baru (Knu)
Baca Juga: