Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pemerintah Diminta Beri Perhatian Khusus Bagi Pasien Long COVID-19

Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Oktober 2021

MerahPutih.com - COVID-19 sudah menginfeksi lebih dari 4 juta penduduk Indonesia. Meskipun telah dinyatakan sembuh, sebagian penyintas COVID-19 kerap memiliki keluhan lanjutan yang disebut sebagai long COVID-19.

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Keadipan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah agar memberikan perhatian khusus pada penyintas yang mengalami gejala long COVID-19.

“Kondisi long COVID-19 ini harus ada perhatian khusus, tidak boleh dianggap sepele. Apalagi ada penelitian di Amerika yang menunjukkan bahwa setengah dari jumlah pasien yang sembuh mengalami long COVID-19,” kata Netty dalam keterangannya, Kamis (21/10).

Baca Juga:

Jokowi Janji Penuhi Komitmen Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Saat Pimpin G20

Berdasarkan data per Senin (18/10), kasus sembuh COVID-19 Indonesia sudah mencapai 4.075.011 kasus.

“Jika kita memakai ukuran penelitian tersebut, maka akan ada sekitar dua juta orang yang mengalami long COVID-19 di Indonesia. Hal ini membutuhkan penanganan lanjutan,” ujar Netty.

Dikatakan Netty, gejala long COVID-19 yang dijelaskan WHO antara lain, kelelahan, sesak napas, nyeri perut, penglihatan kabur, nyeri dada, batuk dan lain-lain.

Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

Untuk itu, Pemerintah harus memasukkan pasien dengan gejala long COVID-19 sebagai pasien dengan tindakan khusus yang mendapat jaminan pembiayaan.

"Pemerintah tidak boleh lepas tangan begitu saja. Perawatan pasien COVID-19 dan long COVID-19 harus jadi satu paket yang pengobatannya ditanggung oleh negara,“ ungkapnya.

Menurut politikus Partai Dakwah ini, perlu disiapkan unit khusus perawatan pasien long COVID-19 di seluruh fasilitas kesehatan yang menangani COVID-19.

Baca Juga:

PPKM Kembali Diperpanjang Dua Pekan, Anak-Anak Diizinkan Masuk Bioskop

Untuk tahap awal, lanjut Netty, pemerintah dapat menyiapkan pilot project-nya di beberapa titik untuk kemudian diduplikasi di tempat lain.

"Dengan demikian, para penyintas tidak perlu bingung harus berobat kemana jika mengalami gejala lanjutan pasca dinyatakan sembuh," pungkasnya. (Pon)

Baca Artikel Asli