Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pembukaan Obyek Wisata Harus dengan Syarat Ketat

Andika Pratama - Kamis, 11 Maret 2021

MerahPutih.com - Polri mendukung pembukaan kembali objek-objek pariwisata di Tanah Air, khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di tengah masa pandemi COVID-19. Tentu saja dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

“Pariwisata menggeliat, ekonomi bangkit. Tapi jangan lupa, patuhi protokol kesehatan,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono dalam sambutan tertulis yang dibacakan Karo Telemedia, Brigjen Muharrom Riyadi di Jakarta, Rabu (10/3).

Baca Juga

Jabar Luncurkan 352 Event Pariwisata Saat Pandemi

Ketua Umum Apindo, Haryadi Sukamdani mengemukakan, pandemi COVID 19 dalam setahun terakhir telah memporak porandakan sektor pariwisata di tanah air. Pada April 2020, jumlah wisman anjlok 87,44% dari tahun sebelumnya.

Sementara tingkat hunian kamar di bawah 12,67 persen, restoran sebagian besar tutup, dan destinasi pariwisata ditutup sementara.

“Tumpuan pemulihan pariwisata adalah pemulihan bertahap dari wisawatan Nusantara (wisnus) dan wisman dan pembukaan Bali sebagai brand pariwisata dunia dengan protokol kesehatan dan kebersihan yang ketat,” kata Haryadi.

Ketua Umum Apindo itu melihat potensi besar kebangkitan sektor pariwisata di tahun 2021, di mana para pihak yang semula menahan spending di 2020 akan membelanjakannya di 2021. Tentu saja dalam kondisi penanganan pandemi yang diiringi dengan pelaksanaan vaksinasi di masyarakat.

wisata
Wisata alam yang menunjukan sebagian kekayaan alam Indonesia. (Foto: Pixabay/bowoikh)

Karena itu, Haryadi Sukamdani faktor yang menjadi game changer kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia, adalah keberhasilan vaksinasi massal COVID- 19.

"Kalau vaksinasinya sukses pemulihan pariwisatanya akan lebih cepat, demikian pula sebaliknya," tutur Haryadi.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hari Santoso Sungkar, menambahkan adanya trend perubahan pola tujuan pariwisata akibat pandemi COVID - 19.

"Ada kecenderungan pariwisata udara terbuka lebih disukai wisatawan," ungkap Hari.

Ia menyampaikan pemerintah berupaya melakukan inovasi untuk beradaptasi dalam pengembangan pariwisata di masa pandemi COVID 19.

Sementara, Kabid Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID 19, Sonny Harry B. Harmadi mengemukakan, industri pariwisata telah dipersiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan.

Namun perlu dukungan masyarakat dengan tetap perubahan perilaku sesuai 3M untuk wisata lebih aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan.

Selanjutnya, menjaga kebersihan tempat wisata; dan memastikan penerapan CHSE (cleanless, health, safety, and enviromental suistainability) di tempat wisata.

“Sejumlah instansi, termasuk TNI, Polri, Pemda, bersinergi untuk mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan di tempat wisata itu,” terang Sonny. (Knu)

Baca Juga

Ini Kunci Pemulihan Pariwisata Indonesia Kata Menparekraf Sandiaga Uno

Baca Artikel Asli