MerahPutih.com - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak mengkritik langkah Pemprov yang kembali memutuskan aturan ganjil genap (Genap) di 25 ruas protokol ibu kota.
Menurut Gilbert, aturan Gage itu justru mempersulit masyarakat terutama dalam memperbaiki ekonomi. Kebijakan itu terasa tidak bijaksana lantaran membatasi pergerakan warga yang memiliki kendaraan mobil.
Baca Juga
"Kebijakan gage di tengah ekonomi yang merosot sangat tidak tepat. Saat rakyat berusaha untuk mencari nafkah atau menjaga keberlangsungan usaha," kata Gilbert saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (4/8).
Di tengah banyak aktivitas yang ditutup seperti sekolah, tempat hiburan malam dan tempat-tempat lainnya, kondisi ibu kota tidak mendesak untuk diberlakukannya skema Gage.
Untuk melakukan pencegahan COVID-19, ucap Gilbert, bukan dengan membatasi pergerakan warga, tapi dengan memperketat penerapan protokol kesehatan.
Gilbert menyebut bahwa Gage justru tak efektif mengurangi jumlah karyawan di kantor. Terlebih dengan semakin banyak karyawan yang beralih kerja menggunakan angkutan umum justru banyak menambah resiko penularan di perkantoran.
"Yang mendesak untuk mengatasi kenaikan penderita saat ini adalah mengawasi di lapangan, dengan menurunkan ASN. Kebijakan ini terasa sangat tepat, tetapi menjadi sulit dilaksanakan oleh ASN DKI karena Gubernur sendiri tidak memberi contoh turun mengawasi ke lapangan," papar dia.
Baca Juga
Gilbert menilai, bahwa dengan diterapkannya gage, justru akan membuat warga beralih menggunakan kendaraan umum yang jauh lebih berbahaya terdampak COVID-19.
"Maka sebaiknya ditinjau ulang. Peraturan ganjil genap di tengah pandemi COVID-19 yang semakin parah belakangan ini di Jakarta, terasa sangat tidak tepat," tutupnya (Asp)