Merahputih.com - Tugas tim gabungan Baharkam Polri di lapangan ternyata jauh lebih luas dari sekadar memadamkan titik api.
Di tengah pekatnya kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan Tengah, para petugas bergerak sigap melakukan misi kemanusiaan lain: menyelamatkan seekor anak beruang madu yang kehilangan arah.
Baca juga:
Relawan Gugur Korban Karhutla Bromo Jadi 6 Orang, Ini Nama-namanya!
Tragedi lingkungan ini membuat bayi satwa tersebut terpisah dari induknya dan nyaris menjadi korban amukan si jago merah jika tidak segera mendapat pertolongan.
Laporan Warga Jadi Kunci Keselamatan
Penyelamatan ini tidak lepas dari peran aktif warga setempat. Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Tory Kristianto, menjelaskan bahwa langkah evakuasi bermula ketika timnya menerima laporan dari masyarakat yang kebetulan melihat anak beruang madu tersebut berkeliaran di dekat area terbakar.
Tanpa membuang waktu, tim di lapangan langsung merespons. Mereka paham betul bahwa waktu sangat berharga saat berhadapan dengan satwa liar yang stres dan kebingungan di tengah bencana.
Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk turun tangan. Prioritas utamanya jelas, kami ingin memastikan satwa ini segera berada di lokasi yang aman dan mendapat penanganan medis yang tepat,
ungkap Tory.
Pemeriksaan Darurat dari Paparan Kabut Asap

Setelah berhasil diamankan, anak beruang malang itu tidak langsung dibawa pergi begitu saja. Petugas melakukan evakuasi yang dibarengi dengan pemeriksaan kesehatan darurat di lokasi.
Langkah ini krusial untuk memastikan hewan tersebut tidak mengalami luka bakar serius atau gangguan pernapasan fatal akibat terlalu lama menghirup asap pekat sisa karhutla.
Beruntung, kondisi fisik satwa tersebut tergolong stabil dan siap diserahkan ke pihak yang lebih berwenang.
Melindungi Habitat adalah Tanggung Jawab Bersama
Musibah karhutla selalu membawa dampak domino, dan satwa liar sering kali menjadi korban bisu yang paling menderita. Peristiwa evakuasi ini menjadi pengingat keras bahwa krisis iklim dan perusakan lingkungan punya harga yang mahal.
Baca juga:
2.775 Penerbangan Domestik Terganggu akibat Asap Karhutla, Meluas hingga NTT
Tory menegaskan bahwa urusan menangani kebakaran hutan tidak boleh berhenti hanya pada memadamkan api. Ada nyawa lain di dalam ekosistem yang menggantungkan nasibnya pada kelestarian hutan.
"Satwa-satwa ini tidak bisa berteriak meminta tolong. Sudah jadi kewajiban kita bersama untuk turun tangan melindungi mereka," tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga yang berani mengambil inisiatif mengamankan satwa tersebut sebelum petugas datang. Sinergi antara kepedulian masyarakat dan kesiapsiagaan aparat adalah contoh nyata bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dan saling menjaga kelestarian alam beserta isinya. (Knu)