Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

PDIP Desak PBB Bertindak Tegas Hadapi Serangan Israel Terhadap Prajurit TNI di Lebanon

Angga Yudha Pratama - Sabtu, 04 April 2026

Merahputih.com - Tragedi penyerangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon memicu reaksi keras dari PDI-P.

Peristiwa berdarah ini menjadi momentum krusial bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk membuktikan taringnya dengan mengambil langkah nyata dan tegas terhadap agresi Israel.

Ketegasan PBB sangat dinanti guna memastikan organisasi internasional tersebut masih berfungsi menjaga hukum dunia.

Baca juga:

Jokowi Angkat Bicara Soal Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon Akibat Serangan Israel

Tuntutan Penyeretan Israel ke Mahkamah Internasional

Ketua DPP PDIP, Said Abdullah, mendesak Dewan HAM PBB dan negara-negara berdaulat untuk segera melaporkan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Serangan berulang terhadap properti dan personel PBB membuktikan bahwa Israel merasa berada di atas hukum internasional.

Sejak Oktober 2024, tercatat sebanyak 25 kali serangan Israel menyasar pasukan perdamaian di Lebanon tanpa sanksi yang berarti.

"Dunia dan PBB seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel. Kita berduka atas gugurnya tiga orang prajurit TNI dan lima lainnya yang luka-luka," ujar Said Abdullah dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (4/4).

PDIP menuntut pertanggungjawaban langsung berupa permintaan maaf resmi di forum PBB serta pengakuan atas tindakan penyerangan tersebut.

Pemulangan Jenazah Pahlawan Penjaga Perdamaian

Tiga jenazah prajurit TNI yang gugur, yakni Mayor Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Serka Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Farizal Rhomadhon, dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu sore.

Baca juga:

Upacara Penghormatan 3 Prajurit TNI Digelar di Lebanon, BB dan Indonesia Koordinasi Pemulangan

Ketiganya gugur saat menjalankan tugas mulia di bawah bendera UNIFIL akibat serangan artileri dan penyergapan konvoi di Lebanon Selatan.

Selain korban jiwa, lima prajurit TNI lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka yang diderita. PDIP juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengisolasi Israel serta memutuskan hubungan diplomatik, mengikuti langkah beberapa negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, dan Denmark yang telah mengambil sikap tegas terhadap kebijakan militer Israel.

Baca Artikel Asli