Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pasien COVID-19 di RSHS Bandung Meningkat Pasca Lebaran

Andika Pratama - Senin, 31 Mei 2021

MerahPutih.com - Jumlah pasien COVID-19 di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mulai meningkat pasca-libur Lebaran 2021, walaupun lonjakannya belum signifikan.

Tetapi, rumah sakit pusat rujukan COVID-19 di Jawa Barat ini sudah menyiapkan skenario terburuk seandainya terjadi lonjakan pesat.

Baca Juga

Pemerintah Sebut 26 Juta Orang Sudah Disuntik Vaksin COVID-19

"Setelah lebaran mulai tanggal 19 (Mei) sampai saat ini sedikit naik, walaupun tidak terjadi lonjakan. Mudah-mudahan lonjakan ini tidak terjadi," kata Plh Direktur Pelayanan Medik Perawatan dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP, di RSHS, Bandung, Senin (31/5)

Dibandingkan dengan sebelum atau di saat lebaran, jumlah pasien COVID-19 di RSHS terbilang landai, bahkan menurun.

"Kalau berdasarkan kasus harian ini, baik yang suspek maupun konfirmasi setelah lebaran itu pada hari 15 sampai 18 sekitar 4 harian di awal lebaran itu kasusnya sedikit penurunan," terangnya.

Ia menduga, penurunan pada hari lebaran karena orang-orang masih berlebaran dan belum ada transmisi penularan.

Plh Direktur Pelayanan Medik Perawatan dan Penunjang RSHS, dr Yana Akhmad Supriatna Sp.PD-KP, di RSHS, Bandung. (Dok RSHS)

Penurunan itu sempat membuat okupansi atau keterisian tempat tidur ruang isolasi RSHS juga menurun dari 70 persen menjadi 57 persen. Namun pasca-lebaran, keterisian mengalami naik turun sampai di angka 77,5 persen.

"Dari sini bisa dilihat kenaikan tidak terjadi lonjakan, pada prinsipnya mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan," katanya.

Sementara menurut Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat, data kasus COVID-19 yang terakhir diupdate Senin (31/5) pukul 16.30 WIB total konfirmasi 308.491 kasus. Dari jumlah tersebut, selesai isolasi atau sembuh sebanyak 275.321 orang. Namun jumlah pasien meninggal sebanyak 4.125 orang.

Sementara kasus aktif yang masih dalam isolasi/perawatan 29.045 orang. Kemudian, kasus kontak erat yang masih karantina 8.789 orang, suspek yang masih dalam perawatan 4.130 orang.

Sedangkan kasus probable (menunggu tes PCR) sebanyak 107 yang dalam perawatan. Selain itu, kasus probable yang meninggal sebanyak 1.490 orang. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Indonesia Kembali Kedatangan Vaksin COVID-19, Stok Capai 75,9 Juta Dosis

Baca Artikel Asli