Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Pariwisata Menggeliat, Okupansi Hotel DIY Capai 90 Persen

Zulfikar Sy - Jumat, 19 November 2021

MerahPutih.com - Sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus berangsur pulih di tengah pandemi COVID-19. Hal itu salah satunya terlihat dari tingkat hunian hotel yang mulai meningkat.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat, tingkat okupansi hotel berbintang dan non-bintang di terus naik. Bahkan diakhir pekan, okupansi hotel mencapai 90 persen.

Ketua PHRI DIY Deddy Pranawa Eryana mengatakan, peningkatan tingkat keterisian ini mulai terjadi sejak pemberlakuan PPKM level dua yang sudah berjalan sekitar satu bulan.

Baca Juga:

Sah, Sri Sultan HB X Tetapkan UMP DIY 2022 1,840 Juta

"Okupansi hotel bintang tiga hingga lima di DIY pada akhir pekan bisa mencapai 60-90 persen, sedangkan untuk hotel non-bintang hingga bintang dua berkisar antara 30 persen sampai 60 persen," kata Deddy di Yogyakarta, Jumat (19/11).

Sedangkan saat weekdays, okupansi hotel bintang tiga hingga lima bisa mencapai 40-60 persen karena banyaknya kegiatan meeting, incentive, conference and exhibition (MICE) yang digelar di DIY.

"Untuk hotel non-bintang juga tetap mendapat tamu dengan okupansi sekitar 20-30 persen," katanya.

Namun demikian, Deddy menyebut, okupansi tersebut bukan didasarkan pada total kamar yang tersedia karena kamar yang diizinkan untuk dioperasionalkan masih dibatasi maksimal 70 persen dari total kamar yang ada.

Dengan menggeliatnya kembali bisnis jasa akomodasi pariwisata, Deddy menambahkan, sejumlah pelaku usaha perhotelan juga sudah ada yang memanggil karyawan mereka yang sempat dirumahkan untuk bekerja kembali.

"Tetapi belum 100 persen karena pelaku usaha hotel masih melakukan efisiensi. Kami tetap harus bisa menekan biaya khususnya biaya operasional yang cukup tinggi," katanya.

Baca Juga:

Tahun Ini Terendah se-Indonesia, UMP DIY 2022 Naik 4,3 Persen

Langkah efisiensi tersebut, menurut Deddy, masih perlu dilakukan karena usaha perhotelan merasakan dampak yang cukup hebat sejak pandemi terjadi sekitar dua tahun lalu.

"Jadi selama satu hingga dua tahun ini banyak teman-teman pelaku usaha yang mencoba bertahan dan karena kondisi belum sepenuhnya pulih, maka kami pun tetap melakukan efisiensi," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, akan berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah dari sektor pajak termasuk dari hotel dan restoran menjelang akhir tahun.

"Kegiatan perekonomian sudah kembali berangsur pulih. Hotel-hotel juga sudah menerima tamu dan menyelenggarakan berbagai event. Ada kenaikan okupansi sehingga ada kewajiban pajak yang harus dibayarkan," katanya. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

Baca Juga:

Turun Level PPKM, Angka Pengguna KRL Yogyakarta-Solo Akhir Pekan Melesat

Baca Artikel Asli