MerahPutih.com - Parents, ketika anak sulit fokus disusul dengan perilaku impulsif dan hiperaktif, bisa jadi anak mengidap attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini bisa dialami semua kategori usia. Tapi umumnya ADHD yang terjadi di usia dewasa merupakan kondisi yang terbawa sejak anak-anak.
Laman Alodokter melansir, ADHD adalah istilah medis untuk gangguan mental berupa perilaku impulsif dan hiperaktif. Gejala ADHD membuat anak-anak kesulitan untuk memusatkan perhatian pada satu hal dalam satu waktu.
Baca juga:
Kondisi ini penting untuk dipahami orangtua, karena ADHD masuk dalam kategori gangguan mental. Jika tidak ditangani dengan tepat, ADHD bisa menghambat prestasi anak saat di sekolah.
Penyebab ADHD pada anak
Meski belum diketahui pasti penyebab anak mengidap ADHD, penelitian menyebutkan kondisi ini terkait dengan faktor genetik, paparan neurotoksin saat kehamilan, hingga lingkungan. Selain itu, kondisi mental ini juga disebut dapat ditimbulkan karena ketidakseimbangan senyawa kimia (neurotransmitter) dalam otak.
Baca juga:
Gejala ADHD pada anak
Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, gejala ADHD umumnya terlihat saat anak tidak bisa diam dan mudah lupa akan hal yang ia lakukan. Anak yang mengidap ADHD juga bisa mengalami kesulitan belajar, misalnya susah membaca atau menulis.
Pada banyak kasus, gejala ADHD sudah mulai terlihat saat anak berusia 3 tahun. Jika tidak ditangani dengan tepat, ADHD pada anak bisa terbawa hingga dewasa. Ciri-ciri anak mengidap ADHD antara lain:
- Kesulitan untuk tenang dan memperhatikan
- Gelisah yang berlebihan
- Mempunyai masalah dengan pengendalian diri
Penyembuhan dan pencegahan ADHD
ADHD tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi penanganan tepat dapat meredakan gejala hingga membantu anak pengidap untuk menjalani hidup dengan normal. Psikoterapi jadi salah satu upaya terbaik yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan ADHD.
Begitu pula dengan pencegahannya, munculnya ADHD pada anak tidak dapat dicegah. Meski demikian, ADHD dapat dikurangi faktor penyebabnya saat anak dalam kandungan. Ibu hamil bisa mengurangi risiko ADHD pada anak dengan menghidari asap rokok, minuman beralkohol, dan narkotika. (*)
Baca juga: